metode pembelajaran

on Jumat, 04 Februari 2011

1.    Metode Tanya Jawab
Langkah-langkah
1.      Corak pertanvaan yang diajukan oleh Guru. Pada hakikatnya metode tanya-jawab berusaha menanyakan apakah murid telah mengtahui fakta-fakta tertentu yang sudah diajarkan. Dalam hal lain siswa juga bermaksud ingin mengetahui tingkat-tingkat proses pemikiran murid. Melalui metode tanya-jawab Guru ingin mencari jawaban yang tepat dan faktual.
2.      Sifat pengambilan bagian yang diharapkan dari pihak siswa Sebaliknya dengan metode diskusi, Guru mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang agak berlainan sifatnya. Di sini Guru merangsang siswa menggunakan fakta-fakta yang dipelajari untuk memecahkan suatu persoalan. Pertanyaan seperti ini biasanya tidak mempunyai jawaban yang tepat dan tunggal, melainkan lebih dari sebuah jawaban. Dari penjelasan tersebut kita ketahui bahwa metode, tanya-jawab mempunyai wilayah yang saling mencakup dengan metode diskusi, sehingga kadang-kadang sukar dibedakan, apakah yang sedang dipakai oleh Guru dalam suatu kelas. Tetapi lepas dari kenyataan bahwa kedua metode ini sering sukar dibedakan, akan tetapi tujuan dan teknik masing-masing cukup mempunyai perbedaan yang besar sehingga dalam uraian ini seyogyanya dibedakan. Penggunaan Metode Tanya Jawab Untuk memberikan gambaran tentang wajar atau tidaknya penggunaan metode tanya-jawab, berikut ini akan disajikan suatu kejadian dalam kelas. Dalam tiap kejadian akan diikuti dengan analisis mengenai aspek pokok pelajaran itu dan sejauh manakah kewajaran penggunaan metode tanya-jawab. Ilustrasi penggunaan metode tanya jawab di kelas.
1. Melanjutkan pelajaran yang lalu
2. Menyelingi pembicaraan untuk mendapatkan kerjasama siswa
3. Memimpin pengamatan atau pemikiran siswa Kelebihan metode tanya Jawab :
Ø  Kelas lebih aktif karena anak tidak sekedar mendengarkan saja.
Ø  Memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya sehingga Guru mengetahui hal-hal yang belum dimengerti oleh siswa.
Ø  Guru dapat mengetahui sampai sejauh mana penangkapan siswa terhadap segala sesuatu yang diterangkan. Kelemahan metode tanya Jawab:
·         Dengan tanya-jawab kadang-kadang pembicaraan menyimpang dari pokok persoalan bila dalam mengajukan pertanyaan, siswa menyinggung hal-hal lain walaupun masih ada hubungannya dengan pokok yang dibicarakan. Dalam hal ini sering tidak terkendalikan sehingga membuat persoalan baru.
·         Membutuhkan waktu lebih banyak.
2.    Metode penugasan
Pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan berarti guru memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Tugas yang diberikan guru dapat berupa masalah yang harus dipecahkan dan prosedurnya tidak diberitahukan. Metode penugasan ini dapat mengembangkan kemandirian siswa, merangsang untuk belajar lebih banyak, membina disiplin dan tanggung jawab siswa, dan membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri informasi. Kekurangan metode ini terletak pada sulitnya mengawasi mengenai kemungkinan siswa tidak bekerja secara mandiri
3.    Metode eksperimen laboratorium
Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dengan menggunakan percobaan. Dengan melakukan eksperimen, siswa menjadi akan lebih yakin atas suatu hal daripada hanya menerima dari guru dan buku, dapat memperkaya pengalaman, mengembangkan sikap ilmiah, dan hasil belajar akan bertahan lebih lama dalam ingatan siswa. Metode ini paling tepat apabila digunakan untuk merealisasikan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri atau pendekatan penemuan.
Beberapa saran untuk mengadakan eksperimen. 1. Menerangkan sejelas-jelasnya tujuan-tujuan pelajaran pada siswa, sehingga siswa mengetahui pertanyaan yang perlu dijawab dengan eksperimen. 2. Membicarakan bersama dengan siswa prosedur atau langkah-langkah yang dianggap sebaik-baiknya untuk memecahkan rnasalah dalam eksperimen, serta bahan-bahan yang diperlukan, variabel yang perlu dikontrol dan hal-hal yang perlu dicatat. 3. Menolong siswa untuk memperoleh bahan-bahan yang diperlukan. 4. Setelah eksperimen selesai siswa membandingkan hasilnya dengan hasil eksperimen orang lain dan mendiskusikan bila ada perbedaan-perbedaan atau kekeliruan-kekeliruan.

4.    Metode bermain peran / simulasi
Pembelajaran dengan metode bermain peran adalah pembelajaran dengan cara seolah – olah berada dalam suatu situasi untuk memperoleh suatu pemahaman tentang suatu konsep. Dalam metode ini siswa berkesempatanm terlibat secara aktif sehingga akan lebih memahami konsep dan lebih lama mengingat, tetapi memerlukan waktu lama.

5.    Metode kooperatif terpadu membaca dan menulis (Steven & Slavin, 1995)
Langkah-langkah :
  • Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen
  • Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran
  • Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas
  • Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
  • Guru membuat kesimpulan bersama
  • Penutup
6.    Metode pembelajaran berdasarkan masalah
Langkah-langkah :
a.      Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
b.      Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
c.       Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
d.      Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
e.       Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan
7.    number head together
Langkah-langkah :
  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
  4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
  5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
  6. Kesimpulan

Tag :

PENCEGAHAN DAN PERAWATAN CIDERA


Dehidrasi Dan Heat Stroke
I.      Dehidrasi
Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh. Hal ini terjadi karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan (misalnya minum). Gangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh.
Dehidarasi terjadi karena
*       kekurangan zat natrium;
*       kekurangan air;
*       kekurangan natrium dan air.
Dehidrasi terbagi dalam tiga jenis berdasarkan penurunan berat badan, yaitu
Dehidrasi ringan (jika penurunan cairan tubuh 5 persen dari berat badan), dehidrasi sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 persen dari berat badan), dan dehidrasi berat (jika penurunan cairan tubuh lebih dari 10 persen dari berat badan).
Selain mengganggu keseimbangan tubuh, pada tingkat yang sudah sangat berat, dehidrasi bisa pula berujung pada penurunan kesadaran, koma, hingga meninggal dunia, atau tidak
Air merupakan bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia. Hampir semua reaksi di dalam tubuh manusia memerlukan cairan. Agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik, dibutuhkan masukan cairan setiap hari untuk menggantikan cairan yang hilang.
Fungsi cairan tubuh antara lain :
1.      Mengatur suhu tubuh
Bila kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi panas dan naik.
2.      Melancarkan peredaran darah
Jika tubuh kita kurang cairan, maka darah akan mengental. Hal ini disebabkan cairan dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh. Proses tersebut akan berpengaruh pada kinerja otak dan jantung.
3.      Membuang racun dan sisa makanan
Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat, air seni, dan pernafasan.
4.      Kulit
Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kecukupan air dalam tubuh berguna untuk menjaga kelembaban, kelembutan, dan elastisitas kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh.
5.      Pencernaan
Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Konsumsi air yang cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena gerakan usus menjadi lebih lancar, sehingga feses pun keluar dengan lancar.
6.      Pernafasan Paru-paru
memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah dalam bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa karbondioksida keluar tubuh. Hal ini dapat dilihat apabila kita menghembuskan nafas ke kaca, maka akan terlihat cairan berupa embun dari nafas yang dihembuskan pada kaca.
7.      Sendi dan otot
Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Otot tubuh akan mengempis apabila tubuh kekurangan cairan. Oleh sebab itu, perlu minum air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir resiko kejang otot dan kelelahan.
8.      Pemulihan penyakit
Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang memadai berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang.
Hilangnya Cairan Tubuh Manusia
Kehilangan cairan tubuh dapat bersifat :
a.       Normal Hal tersebut terjadi akibat pemaakaian energi tubuh. Kehilangan cairan sebesar 1 ml terjadi pada pemakaian kalori sebesar 1 kal.
b.      Abnormal Terjadi karena berbagai penyakit atau keadaan lingkungan seperti suhu lingkungan yang terlalu tinggi atau rendah. Pengeluaran cairan yang banyak dari dalam tubuh tanpa diimbangi pemasukkan cairan yang memadai dapat berakibat dehidrasi. Dehidrasi adalah keadaan dimana tubuh kehilangan cairan elektrolit yang sangat dibutuhkan organ-organ tubuh untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Saat dehidrasi, tubuh dengan terpaksa menyedot cairan baik dari darah maupun organ-organ tubuh lainnya.
Gejala Dehidrasi
Berikut ini adalah berbagai gejala dehidrasi sesuai tingkatannya :
a.       Dehidrasi ringan Muka memerah Rasa sangat haus Kulit kering dan pecah-pecah Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap dari biasanya Pusing dan lemah Kram otot terutama pada kaki dan tangan Kelenjar air mata berkurang kelembabannya Sering mengantuk Mulut dan lidah kering dan air liur berkurang
b.      Dehidrasi sedang Tekanan darah menurun Pingsan Kontraksi kuat pada otot lengan, kaki, perut, dan punggung Kejang Perut kembung Gagal jantung Ubun-ubun cekung Denyut nadi cepat dan lemah
c.       Dehidrasi Berat Kesadaran berkurang Tidak buang air kecil Tangan dan kaki menjadi dingin dan lembab Denyut nadi semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba Tekanan darah menurun drastis hingga tidak dapat diukur Ujung kuku, mulut, dan lidah berwarna kebiruan
Mengembalikan Cairan Tubuh Yang Hilang
Untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang, kita harus banyak minum minimal 8 gelas (± 2 liter ) air setiap hari yang bisa didapat dari :
-          Air putih yang higienis/air mineral Air putih mengandung beberapa zat penting untuk tubuh seperti oksigen, magnesium, sulfur, dan klorida.
-          Air berionAir berion tidak hanya menghilangkan dahaga melainkan juga berfungsi sebagai sumber energi seperti halnya karbohidrat, lipid, dan protein. Air berion bekerja sebagai perantara dalam reaksi-reaksi biokimia dan berperan dalam proses metabolisme tubuh sehingga dapat mengembalikan kesegaran otot tubuh setelah beraktivitas mengeluarkan keringat dengan cepat.
-          Jus buah Selain rasanya nikmat dan segar, jus buah mengandung beragam vitamin dan mineral yang menyehatkan. Menurut penelitian, jus jambu biji mengandung vitamin C sebanyak 3-6 kali lebih tinggi dibandingkan jus jeruk, 10 kali lebih tinggi dibandingkan pepaya, dan 10-30 kali lebih tinggi dibanding pisang. Namun, atlet kurang disarankan meminum jus buah saat berolahraga karena cairan padatnya tidak mudah terserap tubuh.
Jadi, sebelum Anda bermasalah dengan cairan tubuh, jagalah kadar air dalam tubuh Anda.
Mencegah Dehidrasi

  1. Minum banyak cairan; normalnya disarankan untuk mengkonsumsi paling sedikit 8 gelas cairan sehari.
  2. Minuman berenergi dapat mendorong orang-orang aktif lebih banyak minum cairan karena kandungan rasa dan sodium tinggi di dalamnya.
  3. Hindari minuman berkafein dan yang mengandung alkohol, keduanya sama-sama dapat menyebabkan dehidrasi.
  4. Hindari minuman yang mengandung carbonat karena pembakaran bisa menyebabkan penggelembungan atau perasaan penuh dan mencegah pemenuhan konsumsi cairan.
  5. Kenakan pakaian berwarna terang, yang menyerap dan berukuran pas.
  6. Usahakan berada di tempat yang sejuk, terlindungi dari matahari dan lindungi kulit dengan sunblock kapan saja. Selebihnya, menyadari dan mempersiapkan adalah cara termudah untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Di hari yang panas, untuk orang yang sedang beraktivitas bisa mengalami dehidrasi hanya
    dalam waktu 15 menit. Jika Anda mengalami pertanda ini, segeralah hentikan
    aktivitas dan beristirahatlah di tempat yang sejuk. Minum cairan sebanyak
    mungkin untuk menggantikan air yang hilang dari tubuh Anda.

II.      Heat Stroke
Definisi stroke panas adalah bahwa ia adalah semacam hipertermia yang menyebabkan suhu tubuh naik ke tingkat dimana tubuh mekanisme pendinginan menutup turun. Hipertermia adalah salah satu langkah di depan dari sengatan matahari atau panas stroke dan dapat menyebabkan kematian dengan membuat tubuh menyerap lebih panas daripada yang bisa benar-benar menghilang.
Departemen Agama (Depag) RI dan Departemen Kesehatan (Depkes) RI menginformasikan bahwa penyakit Heat Stroke ini merupakan stadium ketiga dari penyakit ”Sengatan Panas”. Adapun stadium sebelumnya adalah penyakit Heat Exhausion (Lelah Panas) dan Heat Cramp (Kejang Panas).
Panas penyakit, seperti panas panas kelelahan dan stroke, dapat terjadi jika tubuh tidak bisa terus dingin sendiri. Ketika suhu udara meningkat, tubuh berusaha untuk tetap tenang dan berkeringat. Keringat menguap oleh pendinginan tubuh sebagai hasilnya. ketika panas dan lembab, penguapan keringat melambat karena meningkatnya kadar kelembaban di udara. Ketika tubuh tidak cukup untuk mendinginkan keringat tubuh, maka suhu tubuh cenderung naik, dan sebagai hasilnya mungkin menjadi sakit.
Keletihan panas terjadi ketika tubuh terasa terlalu panas. Ada berbagai penyebab seperti olahraga atau cuaca panas. Akibat kelelahan panas mungkin merasa lemah, pusing atau kadang-kadang bingung. Kadang-kadang akan mengalami dehidrasi dan lulus sangat sedikit urin.
Jika mengalami pertarungan panas kelelahan, maka harus keluar dari panas segera. Pastikan bahwa beristirahat di tempat yang sejuk dan tempat teduh. Mencoba untuk minum banyak air atau cairan jenis lain tanpa penundaan. Namun, jangan sentuh alkohol. Alkohol dapat benar-benar membuat kelelahan panas lebih buruk.
Berikut adalah beberapa gejala klasik panas kelelahan:
  • Kelelahan
  • Mual
  • Headaches
  • Ketidaksadaran
  • Penglihatan kabur
  • Pusing
  • Kram otot
  • Mual
  • Muntah
  • Kebingungan
  • Denyut nadi cepat
  • Dehidrasi 
Tag :

Landasan Psikologi Pendidikan Jasmani

Teori Umpan-Balik

Umpan balik mempunyai peraan yang penting, baik bagi siswa maupun bagi guru. Pengertian umpan balik dalam kajian ini adalah pemberian informasi mengenai benar atau tidaknya jawaban siswa atas soal/pertanyaan yang diberikan, disertai dengan informasi tambahan berupa penjelasan letak kesalahan atau pemberian motivasi verbal/tertulis. Melalui umpan balik ini, seorang siswa dapat mengetahui sejauh mana bahan yang telah diajarkan dapat dikuasainya. Dengan umpan balik itu pula siswa dapat mengoresi kemampuan diri sendiri, atau dengan kata lain sebagai sarana korektif terhadap kemajuan belajar siswa itu sendiri.Sedangkan bagi guru, dengan umpan balik ia dapat mengetahui serta enilai sejauh mana materi yang diajarkannya telah dikuasai oleh siswa (Rooijakkers, 1984:23). Herman Hudoyo (1988:144) mengatakan, "Berikanlah umpan balik kepada siswa dengan cara memberikan jawaban soal kepada siswa, dapat pula ditunjukkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa pada saat mengoreksi tugas-tugasnya".
Pentingnya umpan balik dalam pembelajaran di kelas juga dinyatakan oleh Hopson dan Scally dalam Maryam (1994:64) yaitu, "We think feedback is essential in helping groups and group members learn more about how they operate and abaout themselves individually. We also think that feedback has to be given skillfully". Kurang lebih dapat diartikan bahwa umpan balik berguna untuk membntu siswa beljar secara berkelompok (klasikal) maupun perorangan mengenai kemampuan bagaimana mengoperasikan sesuatu dan dapat mengetahui kemampua individualnya. Sehingg dapat disimpulkan bahwa upan balik dapat melatih atau memberikan suatu keahlian atau ketrampilan.
Dengan demikian, dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan, pemberian umpan balik sangat diperlukan. Terlebih jika ditinjau dari penerapan konsep belajar tuntas (mastery learning) yang menghendaki semua siswa dapat mencapai tujuan yang dirumuskan secara benar dan maksimal.
umpan balik (feedback) merupakan satu-satunya elemen yang dapat ’menjudge’ apakah komunikasi yang telah berlangsung berhasil atau gagal dan Umpan balik terhadap suatu proses, kejadian atau layanan. Misalnya umpan balik dari pelanggan, umpan balik dari suatu proses seperti timbul bunyi atau informasi lebih lanjut. Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya. Dalam proses belajar, terdapat beberapa tahapan dalam pemrosesan informasi yaitu tahapan masukan, pengiriman, pemrosesan, keluaran dan umpan balik. Umpan balik adalah bagian yang amat penting untuk pencapaian tujuan belajar. Oleh karena itu, bila keluaran yang dilakukan oleh para siswa belum mencapai tujuan belajar, maka pendidik hendaknya memberikan umpan balik kepada siswa. Umpan balik dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan, mengetes pemahaman siswa dll. Umpan balik penting sekali untuk dilakukan oleh pendidik sebab dengan memberikan umpan balik maka pendidik akan mengetahui sejauh mana ketercapaian tujuan belajar. Bila tujuan belajar belum tercapai, maka pendidik dapat memberikan masukan informasi yang lebih mudah dipahami oleh para siswa. Informasi atau masukan dari pendidik tersebut akan dikirim, diproses lebih lanjut oleh siswa dengan harapan agar target tujuan belajar dapat tercapai.
Fase Umpan Balik
Konfirmasi tepat dan tidaknya penyelesaian yang ditempuh. Konfirmasi ini bisa meningkatkan dan melemahkan motivasi anak untuk memeras otak lagi pada kesempatan yang akan datang.
Teori belajar psikologi kognitif memfokuskan perhatiannya kepada bagimana dapat mengembangkan fungsi kognitif individu agar mereka dapat belajar dengan maksimal.
Pandangan kognitif melihat belajar sebagai sesuatu yang aktif. Mereka berinisiatif mencari pengalaman untuk belajar, mencari informasi untuk menyelesaikan masalah, mengatur kembali, dan mengorganisasi apa yang telah mereka ketahui untuk mencapai pelajaran baru. Meskipun secara pasif dipengaruhi oleh lingkungan, orang akan aktif memilih, memutuskan, mempraktikkan, memperhatikan, mengabaikan, dan membuat banyak respons lain untuk mengejar tujuan.
Menurut Djaali ( 2007:67) fase-fase jalur belajar pengaturan kegiatan kognitif adalah  :
1. Fase motivasi
2. Fase Konsentrasi
3. Fase pengolahan
4. Fase umpan balik

Sumber :
http://kumpulancoretan.blogspot.com/2007/10/pentingnya-pemberian-umpan-balik.html
http://joe11penjasorkes.blogspot.com/2009/12/dasar-psikologik-pendidikan-jasmani.html
Tag :

GAYA INKLUSI

on Senin, 31 Januari 2011



Nama Pelaku   : ……………………………….
Kelas               : ……………………………….
Materi              : Dribbling Dengan Kombinasi Passing

Petunjuk :
1. Pilihlah bentuk latihan dribbling dikombinasikan dengan passing sesuai dengan kemampuan anda.
2. Setelah anda mampu melakukan 4 kali pada level 1 atau yang lain dapat diteruskan ke level yang lebih tinggi.
Materi
Tugas
Level 1
Level 2
Level 3
Level 4

Melakukan latihan dribbling
Jumlah : 4 kali Latihan.


-       Posisi siap dribbling
-       Melakukan dribbling dikombinasikan dengan passing sampai kurang lebih 8 meter

-       Posisi siap dribbling
-       Melakukan dribbling dikombinasikan dengan passing sampai kurang lebih 10 meter

-       Posisi siap dribbling
-       Melakukan dribbling dikombinasikan denga passing sampai kurang lebih 12 meter

-       Posisi siap dribbling
-       Melakukan dribbling dikombinasikan dengan passing sampai kurang lebih 15 meter

Tag :

HASIL OBSERVASI PEKAN OLAHRAGA PELAJAR NASIONAL (POPNAS) X 2009


            Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) X 2009 yang bertempat di Yogyakarta. Dimulai dai tanggal 1-11 November 2009 yang diikuti oleh pelajar-pelajar SMA yang terpilih dari seluruh Indonesia. Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan dalam sebnyak 14 cabang, yaitu Atletik, Bola Voli, Sepak Bola, Bola Basket, Renang, Bulutangkis, Tennis Lapangan, Tenis Meja, Panahan, Senam, Dayung, Sepak Takraw, Pencak Silat, Dan Gulat.
Cabang  olahraga yang  kami amati adalah:
1.     Cabang Bola Voli
            Dalam Pertandingan cabang bola voli yang dilaksanakan di GOR UNY. pengorganisasian penyelenggaraan pertandingan ini dipimpin oleh kepanitian dari UNY dan mendapat bantuan dari polisi yang bertugas untuk mengamankan pertandingan. Kelengkapan peralatan yang ada sudah memenuhi _kriteria standar pertandingan voli tingkat Nasional. Kesekretariatan yang memadai pertandingan, seperti adanya table panitian, table wasit, P3K, petugas pembersih lapangan, petugas pengambil bola, dll. Dalam pertandingan bola voli ini atlet tidak lepas dari yang namanya cidera, kebanyakan dari mereka mengalami cidera ringan seperti memar, keseleo, lecet, dan lebam. Kebanyakan cidera yang terjadi akibat terjatuh saat menerima smas, terkena bola pada saat memblok bola dan kepeleset saat mengejar bola. Selama kami melakukan pengamatan belum pernah terjadi cidera yang berat. pertolongan pertama Pada saat atlet mengalami cidera keseleo saat bertanding voli yang dilakukan oleh tim medis yaitu dengan cara atlet dikeluarkan dari lapangan dan dibaringkan kemudian kaki diluruskan dan dipijit.tetapi pada saat pertandingan final ada sporter yang terjatuh dari tribun mengalami cidera dan pertolongan pertama yang dilakukan langsung di bawa kesamping lapangan setelah itu dibawa ke RS. Panti rapih.
2.     Cabang Bola basket
            pertandingan bola basket berlangsung di STIE YKPN terlilhat bahwa kurangnya minat para penonton untuk melihat pertandingan, sebagian besar yang menonton adalah para pemain lain yang tidak melakukan pertandingan ataupun tim lain yang masih dalam satu provinsi. Selama pertandingan bola basket tidak terjadi cedera yang serius, akan tetapi hanya cedera yang ringan seperti memar, lecet, dan lebam, terkena bola. perlengkapan alat yang ada yaitu lapangan bola basket yang berstandar Nasional dengan table bagi juri, P3K yang siap sedia, dan tempat bagi wasit serta pemain cadangan dan pelatih. tidak ada pengamanan dari polisi. Salah satu pemain tim Sumatera Utara terjatuh dan tertabrak lawan berkali-kali yang menyebabkan kelelahan yang berat, tetapi masih tetap memainkan pertandingan dengan baik, dan ia hanya meminum air mineral untuk menghilangkan lelahnya.
Tag :

PEMANASAN

jenis pemanasan menurut Prof. Harsono dlm buku'a coaching pemanasan dibagi emapat,yaitu :
1. Pemanasan statis
2. Pemanasan Dinamis
3. Pemanasan Pasif,dan
4. Pemanasan PNF

Olahraga dapat mengakibatkan cedera jika tidak diawali dengan pemanasan. Usia memang berpengaruh terhadap kemampuan olahraga. Seiring bertambahnya usia dapat dicoba beralih ke jenis olahraga yang lebih ringan. Namun hal ini tidak menjamin akan 100% terbebas dari risiko cedera akibat berolahraga.Olahraga, baik ringan atau berat, menuntut tubuh kita untuk menggerakkan persendian, ligamen dan otot. Jika ketiganya dipaksa bekerja terlalu keras, ketegangan dan cedera menanti. Itulah sebabnya pemanasan dan pendinginan menjadi bagian penting dari rutinitas berolahraga.
Tahap-tahap pemanasan :
1.      Meningkatkan aliran darah ke jaringan tubuh sehingga otot lebih lentur.
2.      Meningkatkan pengiriman oksigen dan nutrisi ke otot dengan meningkatkan aliran darah.
3.      Menyiapkan otot untuk peregangan.
4.      Menyiapkan jantung untuk meningkatkan aktivitas.
5.      Menyiapkan secara mental untuk olahraga yang akan dilakukan.
6.      Membuat jalur syaraf ke otot siap berolahraga.

Ciri-ciri pemanasan
melakukan pemanasan selama 5-10 menit.
melakukan aktivitas fisik intensitas rendah selama 5 menit seperti berjalan
otot-otot tubuh bagian atas memanas atau otot-otot terasa lemas
Pemanasan yang efektif berguna untuk meningkatkan denyut jantung dan pernapasan, serta sedikit menaikkan suhu jaringan otot. Olahraga dimulai dengan pemanasan sampai sedikit berkeringat.


PENDINGINAN
Pendinginan setelah berolahraga artinya memperlambat tingkat aktivitas secara bertahap, dengan cara:

1. Membantu denyut jantung dan pernapasan secara bertahap kembali normal.
2. Membantu mencegah rasa pusing akibat menumpuknya darah di dalam otot-otot kaki jika aktivitas berat dihentikan secara tiba-tiba.
3. Menyiapkan otot untuk sesi latihan berikutnya esok hari.
4. Membuang produk sisa seperti asam laktat, yang dapat menumpuk di otot saat melakukan aktivitas berat.

Untuk pendinginan yang efektif:
1. Melakukan latihan intensitas rendah selama setidaknya 5-10 menit.
2. Mengakhiri dengan melakukan peregangan selama 10 menit.

Waktu terbaik untuk melakukan peregangan adalah langsung setelah pendinginan, saat otot masih hangat dan responsif. Peregangan membantu melemaskan otot-otot dan meningkatkan fleksibilitas.
Tag :

OLAHRAGA YANG BERHUBUNGAN DENGAN MEKANIKA

on Jumat, 28 Januari 2011

Pendahuluan
konsep kecepatan menolak pelatihan strategi. Beberapa profesional menolak mempertimbangkan kecepatan pelatihan sebagai yang paling efisien sprint pelatihan teknik di planet, sementara lainnya menganggap itu sebagai tidak efektif karena adanya titik biomechanical berdiri. Menentang berbagai strategi termasuk kecepatan, tarikan, menanjak sprints, pasir sprints, dan bobot sprints. Bahkan, menentang tarikan dapat melibatkan seorang atlet tarikan yang bobot kereta luncur, ban, kecepatan parasut, atau beberapa perangkat lain yang lebih mengatur jarak menolak tarikan akan meningkatkan kekuatan otot output, terutama di pangkal paha, lutut, dan pergelangan kaki. Menurut penelitian meningkatkan tingkat kekuatan memungkinkan produksi yang lebih besar memaksa penurunan tanah dan waktu kontak, yang mengarah ke kemungkinan peningkatan frekuensi mudah. Meningkat mudah panjang mungkin dicapai oleh meningkatkan pemanfaatan energi elastis selama mendukung tahap dari siklus sprint (Spinks dkk. 2007).
Pembahasan
Sebagai sebuah kekuatan dan profesional hias salah satu pertanyaan yang paling lazim kita diminta adalah "Apakah saya mendapatkan 40 halaman lebih cepat dan bagaimana saya bisa cepat dapat?" Ini pertanyaan yang mudah untuk menjawab, for starters semua orang bisa lebih cepat karena kecepatan dapat diajarkan cara cepat dan dapat benar-benar menjadi atlet yang tergantung pada genetic makeup. Menurut Brent McFarlane (1987) sprinting speed dapat belajar melalui educability motor, ia pergi ke menjelaskan bahwa kemampuan dan teknik yang sprinting harus disempurnakan di rehearsed dan kecepatan lambat dan kemudian dipindahkan ke sprints pada kecepatan maksimal. Kebanyakan kita tahu definisi dari Kecepatan penambahan frekuensi x stride panjang; McFarlane juga mendefinisikan sebagai sprints pada 95 hingga 100 persen hingga 60 meter atau 6 detik dari sprinting pada kecepatan maksimal. Luis Cunha (2005) menjelaskan sprint yang ditentukan oleh kemampuan untuk mempercepat, yang besarnya maksimal dari kecepatan dan kemampuan untuk mempertahankan kecepatan terhadap mulai kelelahan. Luis menjelaskan berbagai tahapan dari sprint ke awal, akselerasi, transisi, berjalan maksimal, dan perlambatan. Untuk karya ini saya akan pergi selama 40 yard dash karena ini adalah pertanyaan yang paling umum di lapangan. Empat puluh halaman yang menerpa merupakan ujian yang digunakan dalam banyak olahraga untuk menguji kecepatan dan akselerasi yang lebih penting adalah sekitar 36,576 meter. Brent McFarlane's (1997) artikel J Dasar dan Advanced Teknis Model for Speed ia menyatakan bahwa Loren Seagrave dan Kevin O'Donnell membagi percepatan tahap yang menjadi 30 meter 0 - 12 meter adalah murni dan akselerasi 12-25 meter adalah transisi. Mereka pergi untuk menjelaskan dari 25 meter sampai 60 meter dengan kecepatan maksimum tahapan pelaksanaan sprint. Jadi, untuk pertama 27,34 pekarangan dari 40 yard dash atlet yang berada di tahap akselerasi dan sisa 12,66 pekarangan atlet yang berada di tahap kecepatan maksimal.
Awal dari 40 yard dash pertama adalah berdasarkan atlet dari peledak daya untuk membantu mereka mendapatkan posisi dari statis ke dalam drive tahapan pelaksanaan sprint. Banyak coaches today atlet mereka mulai ada di 3 titik berdiri dengan sikap atlet depan kaki 2-6 inci dari garis tergantung pada ukuran dan atlet kembali kaki 2-4 inci dari depan kaki dengan jari kaki menghadap ke depan. Para atlit depan lutut harus bengkok hampir 90 derajat dan di belakang kaki sekitar 120 derajat dengan hips sedikit berlutut di atas, dan kembali rata chin keletihan. Lengan kiri adalah bakat di 90 derajat di hip jika kaki kiri berada di depan, dan tangan kanan pada garis dengan ibu jari Anda ke arah yang kaki kiri dan telunjuk mengarah ke kanan. Para atlet dari bahu kanan secara langsung melalui tangan kanan dengan atlet dari berat condong ke depan.
Setelah atlet telah meninggalkan statis posisi atlet yang kini dalam tahap percepatan atau berkendara. Michael Gough (2006), menentukan percepatan tahap awal dari gerakan tanah kontak sampai akhir atas atlet mencapai kecepatan. J handal triple perpanjangan hip, lutut, kaki dan sendi penting bagi pengembangan daya maksimum off awal. Maju tubuh bersandar adalah penting selama tahap akselerasi dengan bahu selalu melalui hips. Coaches paling ingin atlet yang mengemudi di 35 hingga 45 derajat dengan elbows di sudut 90 derajat dan mengemudi mereka melalui tumit mereka dengan lutut kaki dorsiflexed tajam dan kaki di bawah hips. Bahkan, penelitian oleh Weyand, Sternlight, Bellizzi dan Wright (2000) menunjukkan bahwa kekuatan diterapkan di tanah kontak adalah yang paling penting yang menentukan kecepatan berjalan. Ken Jakalski (2008) menyatakan dalam artikelnya bahwa dorsiflexion dari kaki adalah "magic bullet" dari sprint siklus. Dia menjelaskan ini dari dorsiflexed kaki karena puts a stretch pada gastrocnemius, soleus achilles dan kompleks yang kontribusi ke lutut dan hip lengkungan lengkungan. Dia pergi untuk menerangkan bahwa jika atlet tidak dorsiflex di kaki, yang gastrocnemius soleus achilles kompleks dan tidak dapat membantu sebagai kaki flexor. Jika gastrocnemius tidak dapat membantu dalam proses ini, kelompok akan otot lain, yang merupakan hamstrings. Hamstrings seharusnya tidak menjalani perannya sebagai dasar lutut flexors mereka hip extenders, tidak lutut flexors. Jika hamstrings dipanggil untuk membantu di atas lutut lengkungan, mereka akan menjadi kurang efektif dalam melaksanakan tanggung jawab utama.
Tahap berikutnya dari empat puluh yard dash adalah kecepatan maksimal. Hal ini dilakukan untuk terakhir 12,66 pekarangan. Michael Young (2007) dari Akademi Militer Amerika Serikat dan Human Performace Consulting menjelaskan ada tiga tujuan utama dari kecepatan maksimal sprinting: kelestarian stabilitas, meminimalkan pengereman dan kekuatan dari vertikal Maksimalisasi daya memaksa. Kelestarian stabilitas adalah kemampuan tubuh untuk tetap dalam sikap sempurna untuk sprint karena ketika stabilitas terganggu adalah hilangnya elastisitas terjadi. Hal ini terkait dengan stabilitas atlet yang paling utama untuk bagian, think of a berjongkok atlet yang memegang nafas mereka di jalan untuk mendukung mereka kembali dan menjaga mereka dilindungi tulang belakang. Tujuan berikutnya adalah untuk meminimalkan pengereman yang memaksa setiap kekuatan yang bertindak ke arah gerakan yang dikehendaki. Utama penyebab berlebihan pengereman memaksa tanah adalah dengan membuat kontak terlalu jauh di depan atlet dari pusat massa. Hal ini dapat kembali ke tujuan stabilitas karena jika atlet yang baik stabilitas atlet yang kurang cenderung bersandar atau berdiri atas selat yang cenderung mengganggu kaki mogok di bawah hips. Yang terakhir adalah tujuan dari vertikal Maksimalisasi daya kekuatan yang jarak perjalanan di udara sebelum tanah kontak. Vertikal daya kekuatan membantu atlet yang lebih efektif dengan tanah dan posisi kontak peningkatan kecepatan yang negatif kaki ketika kaki bergerak mundur di kontak dengan tanah dengan tubuh bergerak maju, yang pada gilirannya membantu mempercepat atlet melalui baris. Manfaat lain dari pada Maksimalisasi vertikal adalah meningkatkan daya di kaki yang kaku adalah kemampuan dari kaki untuk bertindak seperti yang selama musim semi kontak. Sebenarnya, Bret, Dufour, Messonnier dan Lacour melakukan studi pada kaki kekuatan dan kekakuan sebagai faktor kemampuan di 100 meter sprints dan menemukan bahwa kaki kekejuran kritis adalah penting untuk kecepatan maksimal sprinting dan pemeliharaan momentum percepatan dikembangkan selama periode yang sprint.
Selama satu karya ini dapat melihat bahwa ada banyak detil mekanik melalui sprint 40 halaman. Mempulkanisir dalam kita tahu bagaimana cara memulai, kita tahu selama berkendara atlet elbows tahap yang terakhir adalah penembakan yang hips ke bahu di 90 derajat, di atas tumit yang mengemudi di atas lutut, bahu yang di muka dari hips dan atlet adalah dengan membuat kontak bawah tanah hips atlet yang membantu mendorong atlet maju. Selama tahap kecepatan maksimum yang atlet adalah melakukan semua yang ada di drive kecuali tahap sekarang kami berusaha untuk mencapai lebih dari daya pergerakan vertikal. Terdapat banyak faktor lain yang masuk ke sprinting misalnya bernapas, tetapi kuasa dan kekuatan untuk tujuan tulisan ini saya hanya menjelaskan mekanik dari sprint.
Sekarang, yang sprint mekanik yang dipahami, apa yang salah atlet mekanik yang biasanya dilakukan dan bagaimana mereka akan dapat diperbaiki. For starters banyak atlet muda yang memiliki masalah dengan mekanik dan dimulai dengan sikap mereka. Atlet paling muda yang ketat hips, glutes, hamstrings dan gastrocnemius, soleus achilles dan kompleks, internal diputar bahu dan kaki karena everted duduk di kelas sepanjang hari. Pikirkan ini jika anak-anak akan di lengkungan sepanjang hari dan apa yang mereka tahu tubuh. Jadi, bagaimana atlet tersebut dapat meningkatkan dan sikap yang terbaik adalah melalui latihan korektif. Pete Egoscue menunjukkan dalam bukunya Rasa bebas untuk melakukan lengan untuk kalangan internal diputar bahu, dan banyak lainnya besar korektif untuk latihan hips, glutes, hamstrings dan gastrocnemius, soleus achilles dan kompleks. Tapi, yang paling penting melakukan perbaikan ketika datang ke sprinting adalah kalangan kaki. Jika seorang atlet memiliki kaki yang everting dan supinating yang kehilangan atlet Mei hingga 2 / 3 atau lebih dari permukaan daerah dan semua bantuan penting dari lutut dan pangkal paha dan otot-otot yang terkait (48). Setelah kaki lingkaran adalah melaksanakan atlet merasa peningkatan pada permukaan daerah serta kekuatan lebih karena bantuan dari lutut dan hip demikian, jika atlet kenaikan permukaan daerah, maka atlet yang akan meningkatkan kekuatan dan meningkatkan atlet jika memaksa atlet dalam gilirannya meningkatkan kecepatan sprint mekanik dengan benar. Berikutnya adalah kesalahan besar atlet dengan elbows banyak atlet kick lengan mereka kembali ke masa lalu 180 derajat mereka hip yang ternyata mereka menjadi lengan panjang bandul lambat. Beberapa atlet salib tubuh mereka dengan senjata mereka dan banyak yang tidak mengunci pergelangan tangan mereka mana yang dapat menghalangi stretch refleks mekanisme di bahu atlet jika tangan supinates terakhir hip. Ini salah mekanik siku dapat ditingkatkan duduk lengan swings drills lengan dan lingkungan. Coklat dan Ferrigno (2005) menjelaskan duduk lengan drills Memulai Posisi: duduk di lantai dengan kaki lurus di depan Anda. Ayunan lengan dalam gerakan sprinting. Elbows harus dijaga pada 90 derajat dan tangan tetap santai. Tangan Anda harus datang ke bahu tentang ketinggian dan harus lewat hips Anda di bagian belakang. Hati-hati untuk tidak mental dari lantai yang Anda ayun lengan Anda lebih cepat. Masalah lain adalah atlet mengemudi tumit diatas lutut, mengemudi dari mereka kuasa pads, tumit menghubungi tanah dan tidak lebih dari bahu hips. Untuk membantu memperbaiki kesalahan ini ada di Mach drills invented oleh Gerard Mach. J dasar dari sistem itu adalah AB & C drill series. Tarzan (1977) broke yang mudah ke dalam komponen bagian, angkat lutut, kaki depan dan tindakan yang bertolak melalui drills. The "A" drills dirancang untuk bekerja pada lutut angkat komponen. The "B" drills dirancang untuk bekerja pada kaki depan atau mencapai pawing tindakan. Menurut Mach "Semua latihan kaki dengan ekstensi aktif dan bawah yang khusus untuk latihan hamstrings memperkuat. Brent McFarlane menggunakan sejenis drill untuk meningkatkan kecepatan dan Teknik demikian Tom Shaw. Cara lain untuk meningkatkan kinerja adalah dengan melakukan peledak dan Olympic lifting plyometrics. Bahkan, Eduardo Sáez, González-Badillo, Juan Jose, Izquierdo melakukan studi pada rendah dan Sedang Plyometric Pelatihan dan menemukan bahwa pelatihan frekuensi rendah yang dihasilkan lebih besar jumping dan mendapatkan sprinting dibandingkan dengan frekuensi tinggi. Karena itu, kadang-kadang sebagai pelatih ingat kurang lebih. 
Kesimpulan
 Ada banyak yang akan menjadi sprinting selain kekuatan mekanik misalnya, serat otot, bernafas dan sebagainya Akhirnya, ingat bahwa awal dan akhir dari sprint sama penting dan jika anda ingin menjalankan good 40 yard dash ada jauh lebih dari sekedar genetika yang datang ke dalam bermain. juga menjelaskan "The skipping gerakan dan latihan yang dirancang untuk mengembangkan teknik yang diperlukan untuk tubuh bersandar, lengan tindakan, tinggi angkat lutut, kaki perpanjangan, dan tetap menjadi pusat gravitasi tinggi, tetapi tidak menekankan kuat mengemudi maju atau mempercepat tindakan dan "C" drills dirancang untuk bekerja pada pergi dan ekstensi.
Tag :

TES KETERAMPILAN CABANG OLAHRAGA


A.  Mitchell soccer test
Tes ini diperuntukan anak diatas usia sekolah dasar. Dan diujicobakan anak kelas 5 dan 6 SD.
Petunjuk Pelaksanaan :
Ø Testi menyepak bola kearah sasaran setelah tanda atau aba-aba diberikan.a
Ø Bola pantul dikontrol, kemudian disepak kembali kesasaran secara terus-menerus selama 20 detik.
Ø Semua cara menyepak dan cara mengontrol bola baik dengan kaki atau anggota badan yang Lain diperbolehkan kecuali lengan.
Ø Jika bola mental jauh, harus dikejar, kemudian dibawa kebelakang garis batas dengan mempergunakan kaki (harus di dribble), kemudian disepak lagi kesasaran untuk melanjutkan tes sampai waktunya habis.
Ø Setiap bola yang menyentuh lengan, sekornya dikurangi satu.
Ø Trial 3x @ 20 detik (secara berurutan).
Ø Skor akhir adalah jumlah sekor dari 3 kali trial.
Ø Validitas tes = 0,84 (jika dianalisis memakai rumus rank order correlation dari spearman).
Validitas tes = 0,76 (jika dianalisis memakai rumus product moment dari person).
Ø Kriteriumnya : subjective rating dari guru dan pelatih
Ø Reliabilitasnya        : 0,93 (spearman)
 : 0,89 (person)
          Peredaan yang mencolok dari kedua tes kecepatan bermain sepak bola adalah : tes michell yang di sepak pasti harus melambung sebab harus mengenai daerah sasaran.

B.       SEKOLAH TINGGI OLAHRAGA (STO) YOGYAKARTA
Tujuan :
Untuk mengukur kecakapan memukul bola sebanyak-banyaknya ke papan bagi pelajar SMU pria.
Reliabilitas Tes :
Koefisien reliabilitas 0,738 diperoleh dari hasil tes rata-rata dari sampel sebanyak 110.
Validitas Tes :
Sebesar 0,615 diperoleh dari hasil pertandingan setengah kompetisi 30 pelajar yang diambil secara random dari sampel sebanyak 110 siswa tersebut diatas.
Alat-alat yang diperlukan terdiri dari :
Ø Sebuah stopwacth
Ø Lima buah bola tenis meja
Ø Sebuah bat
Ø Sebuah meja tenis meja yang dapat dilipat
Ø Sebuah kotak karton berukuran 10 x 5 x 3 cm yang dapat ditempelkan dengan pines pada sudut samping kiri belakang meja.
Ø Dinding atau tiang untuk sandaran bagian meja tenis meja yang didirikan tegak lurus pada bagian yang horizontal.
Ø Pita kertas yang lebarnya 2 cm.
Ø Blangko dan alat tulis untuk mencatat hasil tes.
Keterangan Validitas :
Validitas bagi 10 orang kelompok pemain-pemain terbaik menghasilkan validitas – 0,412, sedangkan validitas bagi 10 orang pemain yang kurang baik adalah 0,782.
Pelaksanaan Tes :
Testi berdiri di belakang atau lanjutan bagian meja yang horizontal, dengan sebuah bat dan bola ditangan. Pada aba-aba “ya”, testi menjatuhkan bola diatas meja dan kemudian memukul bola ke bagian yang didirikan tegak lurus terhadap bagian meja yang horizontal. Testi berusaha memantulkan bola sebanyak-banyaknya dalam waktu 30 detik. Apabila testi tidak dapat menguasai bola, ia dapat mengambil bola yang tersedia di kotak, menjatuhkannya di meja dan melanjutkan usaha memantulkan bola sebanyak-banyaknya dalam sisa waktu yang tersedia. Seorang pembantu mengambil bola yang tidak dikuasai testi dan memasukkannya kembali ke dalam kotak.  
Pemantulan dinyatakan tidak syah apabila :
Ø Bola divoli
Ø Testi bertelekan dengan tangannya yang bebas pada meja waktu memukul bola.
Ø Bola mengenai bagian meja yang tegak dibawah garis.
Ø Melakukan pukulan servis pada waktu mulai tes.
Ø Memukul setelah bola memantul lebih dari satu kali pada meja yang horizontal.
Ø Memukul bola lebih dari satu kali dengan kaki bertumpu di samping meja.
Testor berdiri dekat dengan meja dan menghitung jumlah pukulan yang syah selama 30 detik dan mencatatnya. Kepada testi diberikan kesempatan melakukan tes 3 x dengan istirahat selama 10 detik setiap selesai melakukan tes.
Penilaian :
Skor dari setiap trial adalah jumlah pantulan yang syah selama 30 detik. Skor tes adalah jumlah yang terbanyak dari ke tiga trial tersebut.
Catatan :
Pada waktu aba-aba “stop”, sudah diberikan, tetapi bola sudah dipukul dan pantulan bola syah, maka tetap dihitung.
Klasifikasi keterampilan bermain tenis meja
Skor
Klasifikasi
53 ke atas
44 – 52
26 – 43
17 – 25
16 ke bawah
Baik
Cukup
Sedang
Kurang
Kurangsekali 

C.      LOCKHART – MC PHERSON
Tujuan :
Mengukur keterampilan bermain bulutangkis.
Didesain untuk mahasiswa putri (Aslinya).dapat juga di pakai untuk mahasiswa putra dan untuk pelajar SLA atau SLP. Pelaksanaan tes sebanyak 3 kali dan setiap kali trial waktunya 30 detik.
Pelaksanaan :
Ø Tes dimulai dengan pukulan servis ke arah tembok dilakukan dari belakang garis awal.
Ø Bola yang memantul dari tembok di voli ke daerah sasaran sebanyak-banyaknya selama 30 detik.
Ø Kalau bola atau shuttle cock tidak dapat dikuasai, testi mulai dengan pukulan servis dari belakang garis awal untuk melanjutkan tes sampai waktunya habis.
Ø Setiap bola yang divoli dari belakang garis batas pukulan dan masuk ke daerah sasaran dan pukulan tersebut syah diberi skor 1.
Ø Skor tes adalah jumlah skor dari 3 kali kesempatan.
Ø Pukulan servis tidak diberi skor.
Validitas :
0,71 dari hakim/judges (68 kasus)
0,60 dari pertandingan setengah kompetisi (27 kasus)
0,90 dari 3 judges dengan prosentase kemenangan (N=27)
Reliabilitas :
0,90 (test-retest) 
D.      MILLER WALL VOLLY TEST
Tujuan :
untuk mengukur keterampilan melakukan pukulan clear dan menentukan kemampuan yang bersifat umum dalam bermain bulutangkis.
Tes ini didesain untuk mahasiswa putra dan putri.
Pelaksanaan :
Ø Testi berdiri dibelakang garis batas mulai dengan pukulan servis ke arah tembok. Kemudian melakukan pukulan clear secara beruntun ke daerah sasaran dari belakang garis batas,
Ø Untuk mempertahankan supaya dapat melakukan reli, testi boleh melewati garis batas.
Ø Kalau  bola tidak dapat dikuasai, testi mualai lagi dengan pukulan servis dari belakang garis natas untuk melanjutkan tes lagi.
Ø Bola yang di voli dari belakang garis batas dan jatuh di daerah sasaran/garis batas daerah sasaran dan pukulan tersebut diberi nilai 1.
Ø Tes ini dilakukan sebanyak 3 kali dan setiap kali trial waktunya 30 detik.
Ø Skor akhir adalah jumlah skor dari 3 kali trial.
Ø Validitas tes sebesar 0,83 (dengan round robin, N = 20) => 380 single game.
Ø Reliabilitas = 0,94 (test – restest) selang 1 minggu.
E.        BRADDY VOLLEY BALL TEST (1945)
Tujuan :
Ø Untuk mengukur keterampilan umum dalam bermain bola voli.
Ø Tes ini didesain untuk mahasiswa putra.
Ø Dilakukan selama 60 detik.
Pelaksanaan :
Ø Testi berdiri menghadap sasaran dengan bola voli di tangan, setelah ada aba-aba, testi mulai melempar bola ke tembok. Bola yang memantul dari tembok dipukul atau divoli ke daerah sasaran (bukan hanya dilakukan dengan pass atas).
Ø Apabila bola luncas, bola dapat dipegang lalu mulai lagi dengan melempar bola ke tembok untuk dipukul/divoli sampai waktunya habis.
Penilaian :
Ø Setiap bola yang memantul dari tembok, lalu dipukul/divoli syah sesuai dengan peraturan permainan, dan bola tersebut masuk ke daerah sasaran serta mengenai garis batas daerah sasaran diberi skor 1.
Ø Skor tes adalah jumlah skor selama 60 detik.
Ø Tes brady hanya dilakukan 1 kali kesempatan.
Ø Bola yang dilempar ke tembok tidak diberi skor.
Ø Validitas tes = 0,86 (criterium measure of subjective ratings) dilihat pad waktu bertanding.
Ø Reliabilitas tes = 0,93 (dengan test – retest).
Catatan :
Tes brady ini dapat dipergunakan untuk siswa SLTP atau SLTA, tetapi daerah sasarannya dapa di turunkan.
F.       TES VOLLEY BACKHAND
Tujuan :
Untuk mengukur tingkat keerampilan mahasiswa dalam melakukan volley backhand yang diarahkan pada sasaran tertentu sehingga dapat menyulitkan lawan dalam permainan tenis.
Alat :
Raket tenis, 30 buah bola tenis, net, tali, dua buah tiang setinggi 2,25 meter, pensil, dan blangko untuk mencatat skor tes.
Testor :
Seorang pencatat skor tes, sorang pengawas jatuhnya boa ke sasaran, dan seorang pengumpan bola (feeder).
Arena Tes           :
Sebuah lapangan tenis, pada lapangan tenis tersebut dibuat empat buah garis sejajar dengan garis belakang (base line), jarak diantara dua buah garis yang berdekatan adalah 1,80 meter. Selain itu dua garis juga dibuatdengan jarak masing-masing 1,05 meter dari garis permainan tunggal sebelah kanan (right single side line) dan berjarak 1,05 meter dari garis permainan tunggal sebelah kiri (left single side line). Garis-garis tersebut berpotongan membentuk bidang daerah sasaran yang bernilai 1,2,3,4 dan 5.
Pelaksanaan :
Testi berdiri setimbang labil di depan garis servis (servis line) diatas titik pada garis tengah daerah servis (centre service line) yang berjarak 1,05 meter menghadap ke arah daerah sasaran di seberang net dan siap untuk melaksanakan tes. Sebelum tes dimulai, testi diberi kesempatan mencoba melakukan pukulan volley backhand terhadap bola yang diumpankan dari garis belakang seberang net sebanyak tiga kali. Dalam pelaksanaan tes yang sesungguhnya, testi melakukan volly backhand sebanyak 5 kali terhadap bola yang diumpankan dari garis belakang di seberang net. Diusahakan bola umpan di arahkan ke testi sehingga mudah untuk divol dengan pukulan backhand. Bola umpan yang tidak enak boleh tidak dipukul. Bola yang di volley mengenai net tetapi memantul ke sasaran, percobaan diulang.
Penskoran :
Setiap bola yang divoli dengan pukulan backhand jatuh di dalam sasaran memeperoleh skor sebesar nilai daerah sasaran. Apabila bola jatuh pada garis batas daerah sasaran memperoleh skor sebesar nilai daerah sasaran yang besar. Jika bola menyangkut di net atau bola jatuh diluar lapangan diberi skor nol. Skor akhir tes adalah jumlah skor dari 5 kali pukulan volley backhand. 

Tag :
 
© Berbagi Ilmu Olahraga | All Rights Reserved
Designed ByImuzcorner | Powered ByBlogger | RealMadrid CF Blogger Template ByFree Blogger Template