terapi ikan nilem mangut

on Senin, 29 Agustus 2011

Garra rufa (ikan ini ber asal dari Turkey ada juga yang mengatakan dari Afrika. Kemudian ikan ini saya simpan di 2 buah aquarium lengkap dengan aerator dan filter, karena suhu air di tempat saya stabil antara 28 – 30 derajat celsius, jadi tidak menggunakan heater. makanannya saya beri cacing beku, diberi makan 3 kali sehari. pada hari kedua ikan ini bisa melaksanakan tugas dengan mengisap kulit kita, apabila anggota badan kita celupkan ke dalam air, minggu pertama aman ikan hidup semua tidak ada yang mati. saya beri jaring-jaring supaya ikan tidak loncat, bayangkan kalau ada yang loncat 4 ekor saja udah Rp 10.000 hilang saya sadar akan hal itu maka aquarium diberi jaring-jaring. minggu kedua aman, minggu ke tiga ada masalah pada saat pergantian air aquarium padahal sudah hati-hati. Disinilah ikan mati secara masal diam di dasar aquarium. Ringkas cerita dari 2000 ekor secara bertahap mati …. kini sisa tinggal 400 ekor (menyedihkan, selamat ikan tidak loncat malah mati masal). Jadi harus extra hati-hati jika anda akan memelihara ikan Garra rufa, ikan kuat sebenarnya karena untuk terapi bisa diobok-obok orang, tetapi rawan mati kalau tidak punya pengalaman dan rajin observasi. Alat harus lengkap yang merupakan tambahan modal bagi suatu usaha, tetapi tidak masalah kalau itu merupakan suatu hoby pribadi dalam memelihara ikan Garra rufa.
Kalau saya membeli dua jenis ikan ini dari suatu keingintahuan karena tertarik setelah terapi di daerah Cigugur di Kuningan pada awal Oktober 2010, saat itu juga sempat nanya ikan apa ini? (ikan Mangut), boleh nggak saya membelinya? (disini nggak di jual pak). Wah repot juga kalau begitu, tapi sekarang saya bisa menjualnya Jenis ikan Nilem Mangut.
Ikan Nilem mangut, sebanyak 2000 ekor saya tempatkan di kolam kecil dengan debit air kira-kira 2 meter kubik, saya beri filter dan aerator (gelembung udara), makan pelet saja 3 kali sehari. pada hari pertama ikan di rumah mati 100 ekor karena pada loncat, saya tidak tahu sebelumnya sifat ikan ini, kalu di beri pancuran ternyata loncat dio malam hari. kemudian saya beri penghalang dengan jaring-jaring, sampai saat ini aman hgidup sehat lincah, apabila kaki di celupkan ke kolam langsung ikan tersebut melaksanakan tugasnya, yang membuat sensasi pada kita. setelah pulang kerja rasa pegal jadi hilang. air belum pernah di ganti, cukup ditambah aja kalau debitnya kurang.
Nilem Mangut (Osteochilus hasseltii)
Jenis ikan mangut mempunyai banyak kelebihan dibanding ikan terapi lainnya, ikan ini bisa mencapai ukuran sedang sekitar 10 inc, tetapi untuk terapi bisa mulai dari ukuran 2 inc, mulutnya tidak bergigi melainkan muluitnya ditutupi lipatan kulit lunak, berumbai yang berupa otot elastis dan berguna untuk menghisap benda/makanan atau kulit mati, Ikan ini bersifat herbivora yaitu pemakan dedaunan, tidak galak dan bisa bersahabat dengan manusia.
Manfaat terapi:
1. menghilangkan jaringan kulit mati
2.menghaluskan kulit
3. melancarkan peredaran darah
4. menghilangkan kulit pecah-pecah
5. mencegah tumbuhnya cell liar
6.menghilangkan stress
7. meningkatkan fungsi syaraf
8. menghilangkan pegal-pegal
9. mengurangi tumpukan lemak
10. merangsang simpul-simpul syaraf yang melemah, sehingga menjadi sensitif kembali yang pada akhirnya dapat menyembuhkan suatu penyakit, karena simpul syaraf pada kaki terhubung dengan organ vital tubuh kita. Ikan Nilem Mangut memang murah dan yang terbaik untuk terapi ikan.

Pemberitahuan: Sehubungan dengan banyaknya peminat Ikan terapi, kami akan mendahulukan yang telah membayar DP melalui BCA/Mandiri, agar membawa tanda bukti untuk mengambil Ikan pada hari yang ditentukan, dengan pembelian minimal 500o ekor, paket pilihan sbb: Klik saja toko bagus, cari Ikan nilem Mangut.
Tag :

IKAN NILEM

pengenalan ikan nilem
Bentuk tubuh ikan nilem (Osteochilus hasselti) hampir serupa dengan ikan mas. Bedanya, kepala ikan nilem relatif lebih kecil. Pada sudut-sudut mulutnya, terdapat dua pasang sungut peraba. Warna tubuhnya hijau­ abu-abu.


Sirip punggung memiliki 3 jari-jari keras dan 12-18 jari-jari lunak. Sirip ekor berbentuk cagak dan simetris. Sirip dubur disokong oleh 3 jari-jari keras dan 5 jari-jari lunak. Sirip perut disokong oleh 1 jari-jari keras dan 8 jari-jari lunak. Sirip dada terdiri dari 1 jari-jari keras dan 13-15 jari-jari lunak. Jumlah sisik pada gurat sisi ada 33-36 keping. Dekat sudut rahang atas ada 2 pasang sungut peraba.

Ikan nilem dapat mencapai panjang tubuh 32 cm. Di Jawa Barat, ikan nilem memiliki popularitas sedikit di bawah ikan mas. Di berbagai daerah lain, ikan ini dikenal sebagai ikan lehat, regis, monto, palong, palouw, pawas, assang, atau penopa.

Ikan ini terdapat di Jawa, Sumatera dan Kalimantan, Malaysia, dan Thailand. Pada umumnya, ikan nilem dapat dipelihara pada daerah dengan ketinggian sekitar 150-800 m dpl.

B. Kebiasaan Hidup di Alam

Nilem hidup di lingkungan yang jernih. Oleh karena itu, ikan ini dapat ditemukan di sungai-sungai.

1. Kebiasaan makan
Nilem tergolong ikan pemakan tumbuh-tumbuhan (herbivore).

2. Kebiasaan berkembang biak
Biasanya, ikan ini akan memijah di akhir musim penghujan, di daerah yang berpasir dan berair jernih. Di tempat budi daya, ikan nilem dapat dipijahkan sepanjang tahun dengan mengatur kondisi lingkungan.


C. Memilih Induk

Ikan nilem termasuk ikan yang produktif karena bisa dipijahkan
3-4 kali dalam setahun. Keberhasilan pemijahan sangat ditentukan pada faktor induk dan pengaturan lingkungan pemijahan. Untuk itu, pemilihan induk ikan nilem yang hendak dipijahkan barns memenuhi persyaratan sebagai berikut.
Ciri induk yang berkualitas

Betina
Umurnya mencapai 1-1,5 tahun.Berat badan sekitar 100 g.Bila diurut pelan-pelan ke arah lubang alat genital, induk betina akan mengeluarkan cairan berwarna kekuning-kuningan.

jantan
Perutnya mengembang dan terasa empuk ketika diraba. Berumur 8 bulan Berat badan sekitar 100 g. Bila dipijat perut ke arah alat genital, induk jantan akan mengeluarkan cairan seperti susu.



D. Pemijahan di Kolam

Untuk memijahkan ikan di kolam, perlu mempersiapkan konstruksi kolam, persiapan kolam, dan proses pemijahan.

1. Konstruksi kolam
Kolam pemijahan ikan nilem berukuran 2 m2 yang terhubung dengan kolam penetasan seluas 20 M2. Kolam pemijahan juga terhubung dengan kolam pendederan. Jarak permukaan air dengan pintu pemasukan air sekitar 15 cm.

2. Persiapan kolam
Kedalaman air di kolam pemijahan 50 cm. Sementara kolam penetasan telur yang ada di bawahnya diisi air sedalam 30-40 cm. Dasar kolam penetasan harus berpasir dan bebas dari lumpur agar tidak mengganggu proses penetasan telur. Di antara kedua kolam tersebut dipasang saringan agar induk nilem tidak hanyut ke kolam penetasan. Beberapa petani memasang bebatuan dan menanam rumput kakawatan (Cynodon dactylon) untuk menghalangi lolosnya induk ke kolam penetasan, tetapi tidak menghalangi air yang membawa telur ke kolam penetasan. Adapun debit air yang masuk ke dalam kolam diperbesar untuk merangsang pemijahan induk nilem.

3. Pemijahan
Ikan diberok (dipuasakan) terlebih dahulu selama 3-7 hari untuk membuang kotoran dari dalam perutnya. Pemberokan sebaiknya dilakukan di dalam kolam yang terpisah agar tidak terjadi pemijahan yang tidak diharapakan atau `mijah maling'.

Bila persiapan kolam pemijahan dan kolam penetasan sudah selesai maka 20 pasang induk dimasukkan ke dalam kolam pemijahan. Usahakan pemasukkan induk dilakukan pada sore hari karena nilem menyukai memijah pada malam hari.
Menjelang subuh, biasanya nilem akan memijah. Ikan ini akan memijah di bagian dangkal dekat pipa pembuangan air. Telur-telur yang dikeluarkan, lalu dibuahi. Telur tersebut kemudian akan hanyut terbawa air dan masuk ke dalam kolam penetasan. Setelah itu, pagi harinya
induk-induk ditangkap dan dikembalikan ke kolam pemeliharaan induk masing-masing.

E. Penetasan Telur dan Perawatan Benih

Telur yang bertumpuk di dekat pintu pemasukan kolam penetasan diratakan dengan sapu lidi atau pun garu. Bila dibiarkan menumpuk, akan banyak telur yang tidak menetas. Kolam penetasan sebaiknya diberi daun­daun pisang untuk mengurangi intensitas sinar matahari yang masuk ataupun air hujan.

Lima hari kemudian benih nilem bisa dipanen untuk dijual, ditebarkan ke sawah, atau dipelihara di kolam pendederan. Cara penangkapannya dengan menampung ikan di saluran pembuangan yang dipasang kain halus, lalu memindahkannya secara bertahap ke hapa yang telah dipasang dengan menggunakan ember. Benih yang dihasilkan dari sepasang nilem berukuran 100-150 g sebanyak 15-000-30.000 ekor.

F. Pendederan dan Pembesaran
Bila benih akan didederkan ke dalam kolam pendederan, maka pintu air yang terhubung dengan kolam pendederan dibuka. Dengan demikian, benih nilem akan berpindah ke kolam pendederan yang lebih lugs.

Pembesaran ikan nilem dapat dilakukan di kolam ataupun keramba. Ikan nilem yang dibesarkan tidak boleh semuanya dikonsumsi atau dijual. Sebagian ikan yang dibesarkan harus dipergunakan untuk peremajaan induk sebab induk nilem biasanya dianggap sudah tidak produktif lagi setelah 2 tahun atau sekitar 6-8 kali telah dipijahkan.
Tag :

on Minggu, 29 Mei 2011

Penyerang Manchester United (MU), Javier "Chicharito" Hernandez, mengatakan, timnya mendapat pelajaran dari kekalahan 1-3 saat melakoni final Liga Champions melawan Barcelona, di Wembley, Sabtu (28/5/2011).Kemenangan Barcelona ditentukan oleh gol Pedro (27), Lionel Messi (54), dan David Villa (69). Adapun gol MU diciptakan oleh Wayne Rooney (34).
"Kekalahan ini jelas menyakitkan. Ada pelajaran untuk kami pelajari dan kami harus mempelajarinya," ujar Chicharito.

"Sekarang aku tak punya apa pun untuk dirayakan. Tak punya apa pun untuk disoraki. Aku kecewa. Kekalahan selalu menyakitkan, apalagi di final."

"Anda bisa menyebut ini kegagalan atau sesuatu yang mengecewakan. Kami ingin mengangkat trofi ketimbang bertepuk tangan."

"Barcelona menang dengan baik. Mereka lebih baik dari kami. Mereka tim sepak bola terbaik di dunia. Anda harus bertepuk tangan untuk mereka karena mereka adalah juara."

"Saya tak tekejut (dengan penampilan Messi). Ia terbaik di dunia dan ia telah melakukan yang terbaik," tuturnya. (GL)

sumber : 
http://bola.kompas.com
Tag :

Faktor Yang Mempengaruhi Belajar

on Senin, 23 Mei 2011


Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar.

A.    Faktor internal
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat memengaruhi hasil belajar individu. Faktor-faktor internal ini meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologiss.
1.Faktor fisiologis

Faktor-faktor fisiologis adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu. Faktor-faktor ini dibedakan menjadi dua macam.
a. keadaan tonus jasmani. Keadaan tonus jasmani pada umumnya sangat memengaruhi aktivitas belajar seseorang. Kondisi fisik yang sehat dan bugar akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan belajar individu. Sebaliknya, kondisi fisik yang lemah atau sakit akan menghambat tercapainya hasil belajar yang maksimal. Oleh karena itu keadaan tonus jasmani sangat memengaruhi proses belajar , maka perlu ada usaha untuk menjaga kesehatan jasmani.
Cara untuk menjaga kesehatan jasmani antara lain adalah :
§ Menjaga pola makan yang sehat dengan memerhatikan nutrisi yang masuk kedalam tubuh, karena  kekurangan gizi atau nutrisi akan mengakibatkan tubuh cepat lelah, lesu , dan mengantuk, sehingga tidak ada gairah untuk belajar,
§ Rajin berolah raga agar tubuh selalu bugar dan sehat;
§ Istirahat yang cukup dan sehat. 
b. Keadaan fungsi jasmani/fisiologis. Selama proses belajar berlangsung, peran fungsi fisiologis pada tubuh manusia sangat memengaruhi hasil belajar, terutama panca indra. Panca indra yang berfunsi dengan baik akan mempermudah aktivitas belajar dengan baik pula . dalam proses belajar , merupakan pintu  masuk bagi segala informasi yang diterima dan ditangkap oleh manusia. Sehinga manusia dapat menangkap dunia luar. Panca indra yang memiliki peran besar dalam aktivitas belajar adalah mata dan telinga. Oleh lkarena itu, baik guru maupun siswwa perlu menjaga panca indra dengan baik, baik secara preventif maupun secara yang bersifat kuratif. Dengan menyediakan sarana belajar yang memenuhi persyaratan, memeriksakan kesehatan fungsi mata dan telinga secara periodik, mengonsumsi makanan yang bergizi , dan lain sebagainya.

2. Faktor psikologis
Faktor –faktor psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat memengaruhi proses belajar. Beberapa factor psikologis yang utama memngaruhi proses belajar adalah kecerdasan siswa, motifasi , minat, sikap dan bakat.
-          Kecerdasan /intelegensia siswa
Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemempuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsaganan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. Dengan dmikian, kecerdasan bukan hanya berkaitan dengan kualitas otak saja, tetapi juga organ-organ tubuh lainnya. Kecerdasan merupakan factor psikologis yang paling penting dalam proses belajar siswa, karena itu menentukan kualitas belajar siswa. Semakin tinggi iteligensi seorang individu, semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar. Sebaliknya, semakin rendah tingkat intelegensi individu, semakin sulit individu itu mencapai kesuksesan belajar. Oleh karena itu, perlu bimbingan belajar dari orang lain, seperti guru, orang tua, dan lain sebagainya. Sebagai factor psikologis yang penting dalam mencapai kesuksesan belajar, maka pengetahuan dan pemahaman tentang kecerdasan perlu dimiliki oleh setiap calon guru professional, sehingga mereka dapat memahami tingakat kecerdasannya.

-          Motivasi
Motivasi adalah salah satu faktor yang memengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar.
Menurut Arden N. Frandsen (Hayinah, 1992), yang termasuk dalam motivasi intrinsic untuk belajar anatara lain adalah:
§ Dorongan ingin tahu dan ingin menyelisiki dunia yang lebih luas;
§ Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju;
§ Adanaya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting, misalkan orang tua, saudara, guru, atau teman-teman, dan lain sebaginya.
§ Adanya kebutuhan untuk menguasai ilmu atau pengetahuan yang berguna bagi dirinya, dan lain-lain.
Motivasi ekstrinsik adalah factor yang dating dari luar diri individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan untauk belajar. Seperti pujian, peraturan, tata tertib, teladan guru, orangtua, danlain sebagainya. Kurangnya respons dari lingkungansecara positif akan memengaruhi semangat belajar seseorang menjadi lemah. 
-          Minat
Secara sederhana,minaat (interest) kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Menurut Reber (Syah, 2003) minat bukanlah istilah yang popular dalam psikologi disebabkan ketergantungannya terhadap berbagai factor internal lainnya, seperti pemusatan perhatian, keingintahuan, moativasi, dan kebutuhan.
-          Sikap
Dalam proses belajar, sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya. Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespons dangan cara yang relative tetap terhadap obyek, orang, peristiwa dan sebaginya, baik secara positif maupun negative (Syah, 2003).
-          Bakat
Faktor psikologis lain yang memengaruhi proses belajar adalah bakat. Secara umum, bakat (aptitude) didefinisikan sebagai kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan dating (Syah, 2003). Berkaitan dengan belajar, Slavin (1994) mendefinisikan bakat sebagai kemampuan umum yang dimilki seorang siswa untauk belajar.

  1. Faktor eksogen/eksternal

Selain karakteristik siswa atau faktor-faktor endogen, faktor-faktor eksternal juga dapat memengaruhi proses belajar siswa.dalam hal ini, Syah (2003) menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal yang memengaruhi balajar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonsosial.
-                Factor Lingkungan sosial
a.       Lingkungan sosial sekolah
b.       Lingkungan sosial massyarakat.
c.        Lingkungan sosial keluarga.
-                Faktor Lingkungan non sosial.     
a.       Lingkungan alamiah,
b.       Faktor instrumental,
c.        Faktor materi pelajaran (yang diajarkan ke siswa).sumber :

sumber : 
http//: Faktor faktor yang mempengaruhi proses belajar « Bocahtunggul.htm
Tag :

cedera

on Sabtu, 02 April 2011

Identifikasi Sebab Terjadinya Cedera
Cedera atau luka adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Luka juga dapat merujuk pada luka batin atau perasaan.
Berbagai macam cedera :
  1. cedera bakar adalah cedera yang diakibatkan oleh sesuatu yang panas.
  2. Patah tulang atau fraktur, cedera pada tulang. luka pada kulit yang dapat mengakibatkan pendarahan atau hanya lecet.
  3. Memar adalah pendarahan di dalam tubuh, di kulit terlihat warna kebiruan. Luka batin.
  4. Luka fisik serius adalah luka pada tubuh (fisik) yang dapat berakibat kematian pada korban.
Cedera Olahraga Pada umumnya penatalaksanaan cedera olahraga menggunakan prinsip RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) yang selalu diterapkan pada awal terjadinya cedera sebelum penanganan selanjutnya.
Indikasi RICE dilakukan pada cedera akut atau kronis eksaserbasi akut, seperti hematome (memar), sprain, strain, patah tulang tertutup, dislokasi setelah dilakukan reposisi. Kontraindikasi RICE pada kram otot, patah tulang terbuka, adanya luka pada kulit merupakan kontraindikasi penggunaan Ice dan Compression.
Penatalaksanaan cedera olahraga dengan:
  1. Hentikan kegiatan olahraga
  2. Lakukan prinsip RICE
  1. Rest (istirahat). Bagian tubuh yang cedera harus segera diistirahatkan, karena gerakan aktif akan meningkatkan perdarahan dan pembengkakan yang terjadi sehingga nyeri akan berlanjut.
  2. Ice (es). Bagian tubuh yang cedera dikompres dingin / es, bertujuan untuk    terjadinya vasokontriksi lokal (pengurutan pembuluh darah lokal),  mengurangi terjadinya perdarahan dan pembengkakan,  mengurangi rasa nyeri,  mengurangi reaksi inflamasi (peradangan) dan spasme otot. Mula-mula kompres dingin/es dilakukan selama 15-20 menit setiap 1-2 jam, kemudian frekwensi diturunkan secara bertahap sampai 24-48 jam disesuaikan dengan berat ringannya cedera yang terjadi.
  3. Compression (balut tekan). Penggunaan bandage untuk balut telan pada daerah yang mengalami cedera akan menurunkan tingkat perdarahan dan mencegah terjadinya pembengkakan.
  4. Elevation (meninggikan). Bagian badan yang mengalami cedera diposisikan lebih tinggi sehingga aliran arah ke bagian yang cedera berkurang. RICE dilakukan selama 24-48 jam pertama sejak terjadinya cedera. Setelah itu dapat dilakukan kombinasi kompres dingin dan hangat untuk memperbaiki vaskularisasi (sirkulasi)  jaringan yang cedera.
  1. Tidak boleh dilakukan pemijatan atau diurut.
Komponen Kesegaran Jasmani
  1. Kekuatan
    Strength, Kemempuan dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja
  2. Daya tahan Endurance, Kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, paru-paru, dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus
  3. Daya Otot Muscular Power, Kemampuan seseorang dalam mempergunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu sepemdek-pendeknya
  4. Kecepatan
    Speed, Kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dengan waktu sesingkat-singkatnya.
  5. Daya lentur Flexibility, Efektifitas seseorang dalam menyesuaikan diri untuk segala aktifitas dengan penguluran tubuh yang luas
  6. Kelincahan
    Agility, Kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu.
  7. Koordinasi
    Coordination, Kemampuan seseorang mengintegrasikan berbagai gerakan yang berbeda kedalam pola gerakan tunggal secara efektif.
  8. Keseimbangan
    Balance, Kemampuan seseorang mengendalikan organ-organ syaraf otot.
  9. Ketepatan
    Accuracy, Kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran.
  10. Reaksi
    Reaction, Kemampuan seseorang untuk segera bertindak secepatnya dalam menanggapi rangsangan yang timbul lewat indera.
Faktor-Faktor Kesegaran Jasmani
1.      Umur
Kebugaran jasmani anak anakmeningkat sampai maksimal pada usia 25-30 tahun, kemudian akan terjadi penurunan kapasitas fungsionaldari seluruh tubuh, kira-kira sebesar 0,8-1% per tahun, tetapi bila rajin berolahraga penurunan ini dapat dikurangi sampai separuhnya.
2.      Jenis Kelamin
Sampai pubertas biasanya kebugaranjasmani anak laki-laki hampir sama dengan anak perempuan, tapi setelah pubertas anak-anak, laki-laki biasanya mempunyai nilai yang jauh lebih besar.
3.      Genetik
Berpengaruh terhadap kapasitas jantung paru, postur tubuh, obesitas, hemoglobin/sel darah dan serat otot.
4.      Makanan
Daya tahan tinggi bila mengkonsumsi tinggi karbohidrat (60-70%). Diet tinggi protein terutama untuk memperbesar otot dan untuk olahraga yang memerlukan kekuatan otot yang besar.
5.       Rokok
Kadar CO yang terhisap akan mengurangi nilai VO2 maks, yang berpengaruh terhadap daya tahan, selain itu menurut penelitianperkin dan sexton, nicotin yang ada, dapat memperbesar pengeluaran energy dan menguranfgi nafsu makan.
6.      Gaya Hidup  
Faktor gaya hidup yang menempatkan klien dalam resiko bahaya diantaranya lingkungan kerja yang tidak aman, tinggal didaerah dengan tingkat kejahatan tinggi, ketidakcukupan dana untuk membeli perlengkapan keamanan,adanya akses dengan obat-obatan atau zat aditif berbahaya.
7.       Status Mobilisasi
Klien dengan kerusakan mobilitas akibat paralisis, kelemahan otot, gangguan keseimbangan/koordinasi memiliki resiko untuk terjadinya cedera.
8.      Gangguan Sensori Persepsi
Sensori persepsi yang akurat terhadap stimulus lingkungan sangat penting bagi keamanan seseorang. Klien dengan gangguan persepsi rasa, dengar, raba, cium, dan lihat, memiliki resiko tinggi untuk cedera.
9.      Tingkat Kesadaran
Kesadaran adalah kemampuan untuk menerima stimulus lingkungan, reaksi tubuh, dan berespon tepat melalui proses berfikir dan tindakan. Klien yang mengalami gangguan kesadaran diantaranya klien yang kurang tidur, klien tidak sadar atau setengah sadar, klien disorientasi, klien yang menerima obat-obatan tertentu seperti narkotik, sedatif, dan hipnotik.
10.  Status Emosional
Status emosi yang ekstrim dapat mengganggu kemampuan klien menerima bahaya lingkungan. Contohnya situasi penuh stres dapat menurunkan konsentrasi dan menurunkan kepekaan pada simulus eksternal. Klien dengan depresi cenderung lambat berfikir dan bereaksi terhadap stimulus lingkungan.
11.  Kemampuan Komunikasi
Klien dengan penurunan kemampuan untuk menerima dan mengemukakan informasi juga beresiko untuk cedera. Klien afasia, klien dengan keterbatasan bahasa, dan klien yang buta huruf, atau tidak bisa mengartikan simbol-simbol tanda bahaya.
12.  Pengetahuan Pencegahan Kecelakaan
Informasi adalah hal yang sangat penting dalam penjagaan keamanan. Klien yang berada dalam lingkungan asing sangat membutuhkan informasi keamanan yang khusus. Setiap individu perlu mengetahui cara-cara yang dapat mencegah terjadinya cedera.
13.  Faktor Lingkungan
Lingkungan dengan perlindungan yang minimal dapat beresiko menjadi penyebab cedera baik di rumah, tempat kerja, dan jalanan.
Tag :

Pengertian Aktivitas Terapi


Aktivitas terapi adalah merupakan serangkaian gerak fisik yang dilakukan di dalam  usaha:
  1. Penyembuhan atau  meningkatkan kualitas hidup penderita,
  2. Mengelola penyakitnya dan menunda atau
  3. Meniadakan komplikasi yang akan ditimbulkannya.
Tujuan Aktivitas Terapi / Olahraga Terapi:
untuk meningkatkan kualitas hidup penderita, mengelola ketunaan atau penyakitnya, dan menunda atau meniadakan komplikasi yang akan ditimbulkannya
Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Perubahan Jantung
terjadinya efesiensi kerja jantung hal ini dikarenakan jantung bertambah besar, dan kuat, sehingga daya tampung besar dan denyutan bertambah kuat
Pengaruh aktivitas fisik terhadap perubahan pembuluh darah
pembuluh darah akan meningkat tingkat elastisitas, karena berkurangnya timbunan lemak, dan penambahan kontraksi dinding pembuluh darah.
Pengaruh Latihan Fisik terhadap Paru-paru
Paru-paru akan bertambah menjadi elastis sehingga kemampuan kembang kempis juga bertambah. Di samping itu, juga jumlah aveoli yang aktif akan bertambah dengan adanya olahraga yang teratur.
Pengaruh Latihan Fisik terhadap Ototakan menambah kekuatan, kelentukan, dan daya tahan otot. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya besarnya serabut otot dan meningkatnya sistim penyediaan energi di otot.
Pengaruh Latihan Fisik  terhadap Tulang
Tulang akan menambah aktivitas enzim, tulang akan meningkat kepadatan, kekuatan, dan besarnya tulang, selain mencegah keroposan tulang. Permukaan tulang akan bertambah kuat dengan adanya  tarikan otot yang terus-menerus.
Pengaruh Latihan Fisik terhadap Legamentum dan Tendolegamentum dan tendo akan menyebabkan meningkatnya kekuatannya. Hal ini akan membuat legamentum dan tendo mampu menahan beban  berat dan tidak mudah cedera.
Pengaruh Latihan Fisik terhadap Persendian dan Tulang Rawan
tulang rawan bertambah tebal di persendian, sehingga dapat menjadi peredam  dan melindungi tulang dan sendi dari cedera
Pengaruh Aklimitasi terhadap Panas
aklimitasi terhadap panas melibatkan penyesuaian faali yang memungkinkan seseorang yang tahan bekerja di tempat panas. Kenaikan aklimatisasi terhadap panas disebabkan pada waktu melakukan olahraga terjadi pula kenaikan panas pada badan dan kulit. Keadaan yang sama akan terjadi bila seseorang bekerja di tempat panas.
Pengaruh Latihan akan Terjadi Bila:
olahraga / aktivitas fisik dilakukan secara teratur dengan takaran yang cukup dan dalam waktu yang cukup. Disamping itu  aktivitas fisik/olahraga untuk tujuan terapi tetap harus mengikuti  prinsip dasar latihan secara umum, yaitu: prinsip beban berlebih,  konsistensi, tahanan progresif, spesifitas, individualitas, bervariasi,  kembali asal dan setiap sesi latihan didahuluhi dengan pemanasan, inti dan pendinginan.
Model Olahraga untuk Fungsi Tubuh
§  Gerak untuk fungsi otak
§  Gerak untuk fungsi sistem kardiorespirasi
§  Gerak untuk fungsi sistem lokomotorik
Prinsip-prinsip Dasar Latihan
prinsip beban berlebih,  konsistensi, tahanan progresif, spesifitas, individualitas, bervariasi,  kembali asal dan setiap sesi latihan didahuluhi dengan pemanasan, inti dan pendinginan.
Prinsip Beban Berlebih (Over Load)
prinsip yang paling mendasar yaitu dalam latihan harus melebihi ambang rangsang terhadap fungsi fisiologis yang dilatih. Pembebanan makin lama makin bertambah pada waktu tertentu sehingga secara teratur latihan itu semakin berat dengan ketentuan tertentu juga.
Konsistensi
adalah keajegan untuk melakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. Untuk mencapai kondisi fisik yang baik diperlukan latihan setidaknya 3 kali perminggu.
Prinsip Tahanan Progresif
Semakin meningkat atau maju, beban semakin ditingkatkan. Dengan cara ini otot selalu bekerja pada daerah berlebih.
Prinsip Spesifitas
tubuh hanya akan beradaptasi secara khusus terhadap beban yang diberikan. Dengan demikian beban latihan harus disesuaikan dengan tujuan.
Prinsip Individualitas
Prinsip ini pada dasarnya harus memperhatikan keadaan setiap individu, baik itu kekuatan maupun kelemahan / keterbatasan yang dimiliki.
Prinsip Kembali Asal
Efek latihan yang sudah direspon maupun di adaptasi, kalau tidak dilatih kembali akan terjadi penurunan kembali
Prinsip Bervariasi
Prinsip ini digunakan supaya tidak terjadi kebosanan dalam berlatih. Ketidak berhasilan karena salahsatunya terjadinya kerutinitasnya program, sehingga menimbulkan kebosanan.
Sistematik
Pada setiap sesi latihan didahuluhi dengan pemanasan, inti latihan dan diakhiri dengan pendinginan.
Penyimpangan Postur Tubuh
  • Penyimpangan postur pada leher dan kepala ( tortikalis
  • Penyimpangan pada dada dan bahu
  • Penyimpangan pada lutut, knoc-knee, hyperextended knee dan bent knee.
  • Penyimpangan pada pelvic (panggul), biasanya panggul miring dengan sudut 50 sampai 60 derajat
  • Penyimpangan pada Spinal
  • Penyimpangan sikap kaki dan pergelangan kaki
Beberapa Macam Program Terapi
fisio terapi, terapi okupasi, terapi bermain, terapi musik, operasi ortopedi.

Fisio Terapi  Suatu Penyembuhan atau Pengobatan Bagi Menggunakan tenaga, daya dan khasiat alam.
TUJUAN: terutama untuk menjaga gerak sendi, mencegah terjadinya pemendekan otot,  melatih kembali perasaan dan gerakan otot-otot, mencegah adanya atropi otot, serta  melatih gerakan fungsional.
Macam khasiat alam yang dapat  untuk usaha penyembuhan  dan pengobatan
§  menggunakan sinar ( light therapy ) yang menimbulkan panas berguna untuk analgesia, relaksasi otot, dan peningkatan peregangan kolagen
§  Dingin lebih bermanfaat untuk nyeri akut karena kemampuannya dalam mengontrol pembengkaan.
§  bentuk panas yang tersedia, termasuk kantong pemanas, dietermi gelombang pendek, gelombang mikro, dan ultrasound. Hidrotherapy
Pemberian terapi dengan masase, yaitu dengan jalan memberikan gosokan pada tempat tertentu yang dapat mengurangi ketegangan otot.
§  Pemberian fisioterapi yang terkait dengan usaha membina kekuatan otot, ketahanan dan koordinasi otot dengan anggota gerak yang lain adalah jenis mekanoterapi.
Jenis mekanoterapi ini dapat diberikan dengan cara:
a)      melatih gerakan pasif, atau gerakan dibantu dengan orang lain, anak tidak melakukannya sendiri.
b)      melatih dengan gerakan aktif, anak berusaha untuk menggerakan anggota tubuhnya sendiri.
Unsur – unsur yang dikembangkan untuk aktivitas korektif
§  Kekuatan.
§  Kelentukan ( flexibility ).
§  Relaksasi.
§  Dayatahan.
Kekuatan
§  Kekuatan dapat ditingkatkan dengan latihan yang menimbulkan tahanan    ( resistance ), misal mendorong, mengangkat, dan menarik.
Hal-hal yang berkaitan dengan usaha peningkatan kekuatan
§  Kekuatan otot meningkat, jika digunakan dan mengalami penurunan jika tidak digunakan
§  Ukuran otot meningkat ( hipertropi ) jika digunakan dan mengalami penurunan ( atropi ) jika tidak digunakan
§  Beban yang lebih besar cepat meningkatkan kekuatan dan ukuran otot dari pada beban yang rendah
     Latihan isotonik ( meliputi kontraksi otot dan gerakan tulang dan sendi ) meningkatkan kekuatan, menaikan sirkulasi, dayatahan kardiovaskuler, dan mempertahankan kelentukan sendi.
     Latihan isometrik ( meliputi kontraksi otot dan tanpa ada gerakan tulang  sendi) meningkatkan kekuatan dan lebih menyingkat waktu, tetapi memberikan kontribusi yang kecil terhadap kebugaran kardiovaskuler dan kelentukan tulang sendi.


Fleksibilitas: Kemampuan seseorang dalam menggerakkan luas gerak sendi.
Fleksibilitas dapat ditingkatkan dengan bentuk latihan mengayun, memutar, meregang dan memantul-mantulkan anggota tubuh.
Hal-hal yang berkaitan dengan usaha peningkatan fleksibilitas 
  1.  Kelentukan dapat dipertahankan apabila tulang dan sendi selalu digunakan, dan akan terjadi penurunan apabila tidak digunakan.
  2. Tulang sendi yang tidak bergerak atau gerakan tulang sendi terbatas untuk waktu yang lama ( dibalut, dijepit, atau tidak digunakan) mengakibatkan hilangnya kelentukan.
  3. Latihan peregangan lebih efektif ketika dilakukan perlahan-lahan dan ketika dibantu dengan menarik gaya berat.
  4. Kontraksi kelompok otot antagonis yang diregangkan membantu kelentukan yang berbanding terbalik dengan hambatan yang ada.
  5. Penggunaan prinsip propioceptive neuromusculer fasilitation (PNF) untuk membantu program  peregangan. Para ahli sepedapat bahwa metode PNF dapat digunakan dalam bidang terapi.
Relaksasi adalah untuk tujuan melepaskan ketegangan dan kegelisahan.
§ Metode yang umum digunakan adalah penggunaan mandi  sauna atau mandi uap, hydromassage, rendam di air panas, dan massage dan melakukan aktivitas fisik.

Tag :

Macam-Macam Cedera Ringan

Memar
Memar adalah cedera yang disebabkan oleh benturan atau pukulan pada kulit. Jaringan di bawah permukaan kulit rusak dan pembuluh darah kecil pecah, sehingga darah dan cairan seluler merembes ke jaringan sekitarnya (Morgan, 1993: 63). Memar ini menimbulkan daerah kebiru-biruan atau kehitaman pada kulit. Bila terjadi pendarahan yang cukup, timbulnya pendarahan didaerah yang terbatas disebut hermatoma (Hartono Satmoko, 1993:191). Nyeri pada memar biasanya ringan sampai sedang dan pembengkakan yang menyertai sedang sampai berat.
Adapun memar yang mungkin terjadi pada daerah kepala, bahu, siku, tangan, dada, perut dan kaki. Benturan yang keras pada kepala dapat mengakibatkan memar dan memungkinkan luka sayat
Menurut Agung Nugroho (1995: 53) penanganan pada cedera memar adalah sebagai berikut:
1.  Kompres dengan es selama 12-24 jam untuk menghentikan pendarahan kapiler.
2. Istirahat untuk mencegah cedera lebih lanjut dan mempercepat pemulihan jaringan-jaringan lunak yang rusak.
Kram Otot
Kram otot adalah kontraksi yang terus menerus yang dialami oleh otot atau sekelompok otot dan mengakibatkan rasa nyeri. (Hardianto Wibowo, 1995: 31) penyebab kram adalah otot yang terlalu lelah, kurangnya pemanasan serta peregangan, adanya gangguan sirkulasi darah yang menuju ke otot sehingga menimbulkan kejang. Penyebab terjadinya kram:
1. otot terlalu lelahpada waktu berolahraga terjadi proses pembakaran yang menghasilkan sisa metabolik yang menumpuk berupa asam laktat kemudian merangsang otot/ saraf hingga terjadi kram.
2. kurang pemanasan (Warming Up) serta pendinginan (Cooling Down).
3. Adanya gangguan sirkulasi darah yang menuju keotot, sehingga menimbulkan kejang. Kram yang mungkin terjadi yaitu:
a) Otot Perut (Abdominal)
b) Otot betis (Gastrocnenius)
c) Otot paha belakang (Hamstring)
d) Otot telapak kaki Penanganan cedera pada umumnya terhadap kram otot yang dilakukan menurut Hardianto Wibowo, (1995: 33) adalah sebagai berikut:
(1). Atlet diistirahatkan, diberikan semprotan chlor ethyl spray untuk menghilangkan rasa nyeri/sakit yang bersifat lokal, atau digosok dengan obat-obatan pemanas seperti conterpain, dan salonpas gell untuk melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah tidak terganggu karena kekuatan/kekejangan otot pada terjadi kram.
(2) Pada saat otot kejang sampai kejangnya hilang. Menahan otot waktu berkontraksi sama artinya dengan kita menarik otot tersebut supaya myiosin filament dan actin myosin dapat menduduki posisi yang semestinya sehingga kram berhenti. Pada waktu ditahan dapat disemprot dengan chlor etyl spray, hingga hilang rasa nyeri.
Lecet
Cedera lecet (Abrasi): cedera goresan pada kulit.
Perawatan yang dapat dilakukan oleh pelatih atau tim medis menurut Hardianto Wibowo (1995:21) adalah sebagai berikut:
Bersihkan terlebih dahulu luka tersebut, karena dikhawatirkan akan timbul infeksi. Cara membersihkan luka pada kulit yaitu dibersihkan atau dicuci dengan Hidrogen peroksida (H202) 3% yang bersifat antiseptik (membunuh bibit penyakit), Detol atau betadine, PK (kalium permangat) kalau tidak ada bisa dengan sabun. Setelah luka dikeringkan lalu diberikan obat-obatan yang mengandung antiseptik juga, misalnya: obat merah, yodium tingtur, larutan betadine pekat. Apabila luka robek lebih dari 1cm, sebaiknya dijahit.
lepuh
Lepuh: cedera gesekan pada kulit. Seluruh tubuh mempunyai kemungkinan besar untuk mengalami luka, karena setiap perenang akan melakukan kontak langsung pada saat latihan dan bisa juga luka karena peralatan yang dipakai.
Perawatan yang dapat dilakukan oleh pelatih atau tim medis menurut Hardianto Wibowo (1995:21) adalah sebagai berikut:
Bila lepuhnya robek, potonglah sisa-sisa kulitnya. Kemudian bersihkanlah dan bebatlah dengan bahan yang tidak melekat. Bila lepuh utuh dan tidak mudah robek, biarkan atau letakkan bebat untuk lepuh diatasnya. Bila lepuhnya tegang, nyeri atau terlihat akan pecah, bersihkan dan kemudian tusuklah dengan jarum steril. Kemudian tutuplah dengan bebat yang bersih.
Tag :
 
© Berbagi Ilmu Olahraga | All Rights Reserved
Designed ByImuzcorner | Powered ByBlogger | RealMadrid CF Blogger Template ByFree Blogger Template