Budaya Sepak Bola Indonesia

on Rabu, 30 Maret 2011

PENDAHULUAN
Pada sekarang ini budaya suporter sepak bola Indonesia semakin merajalela itulah yang menyebabkan persepakbolaan Indonesia sering dianggap rusuh (kotor). Apalagi dengan fasilitas pengamanan yang kurang, kapasitas yang minim, ketidaktegasan menjatuhkan hukuman untuk suporter yang berbuat rusuh. Semua dari beberapa faktor tadi dapat menjadikan kesadaran pada diri suporter berkurang sehingga mampu menjadikan suporter berbuat anarkis.
Dalam menganalisis semua pengaruh terjadinya kerusuan persepakbolaan Indonesia, media elektronik sering memberitakan tentang oknum-oknum supporter di berbagai daerah. Efek dari kerusuhan atau aksi anarkis biasanya berakhir dengan adanya kecaman atau tudingan bahwa pimpinan dari Kelompok Suporter tersebut telah gagal mengendalikan massa anggotanya.
ISI KAJIAN
Dalam menganalisis semua faktor kerusuan persepakbolaan Indonesia, Sudah saatnya pertandingan demi pertandingan dalam olahraga dihadirkan guna memberi kenikmatan yang menghibur. Bukan malah menjadi gelanggang para preman jalanan yang hanya gemar mengecer perilaku destruktif dan anarkis. Bukan hanya kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik, tragedi itu telah merugikan dan mengancam keselamatan insan pers. Fatkhul Alamy, Anarkisme sebagian supporter (oknum), layak digolongkan sebagai tindakan premanisme yang membahayakan bagi siapapun. Penggunaan bahasa yang tidak ditimbang dengan baik dapat memanipulasi realitas sehingga berpotensi menimbulkan persepsi keliru dan berakhir dengan aktualisasi destruktif. Penggunaan bahasa dalam olahraga adalah salah satu contohnya. Dengan sedikit pengamatan pada bahasa yang digunakan dalam berita atau siaran olahraga, kita akan dengan mudah menemukan bahwa metafora kekerasan telah merasuk ke dalamnya. Dan Berbuat anarkis dalam pertandingan sepak bola  di indonesia sudah menjadi wajar karena suporter indonesia selalu diselimuti atmosfer gelap. Tak sedikit yang menilai, fenomena suporter sepak bola indonesia merupakan resistensi terhadap kisruhnya persepakbolaan Indonesia secara komunal. media cetak dan media televisi pun selalu kerap bernada jelek. Ketakbecusan organisasi induk itu melahirkan “perlawanan” arus bawah. Alih-alih menjadi wadah pembinaan, PSSI justru memberikan teladan buruk, berupa perilaku melawan hukum, yang, anehnya, betah dipelihara dan ditutup-tutupi pengurusnya sendiri. Salah satunya, menolak merevisi pedoman dasar agar sesuai status FIFA serta cenderung mengamankan posisi ketua umum, yang jelas-jelas cacat di mata hukum.
Ini cermin dari kurang 'dewasa'-nya segelintir supporter kita, yang masih berpikiran sempit dalam mendukung tim kesayangan. Fanatisme dan Harapan yang berlebih terhadap tim kesayangan, tanpa melihat kenyataan yang terjadi dalam tim yang didukungnya justru akan semakin mendorong terjadinya sikap anarkis jika tim kesayangan menderita kekalahan. Semestinya suppoter harus berusaha memahami betul kondisi tim pada saat teraktual : mungkin terlalu banyak pemain kunci yang cidera, kualitas pemain pengganti yang tidak sebanding dengan pemain reguler, faktor kelelahan yang menerpa sebagian besar pemain (terutama jika setelah melakukan pertandingan away yang cukup jauh), hingga kualitas pelatih yang kurang mumpuni. Hal-hal seperti ini mustinya dipahami oleh supporter tim, dan justru sebaiknya supporter bisa memberikan dukungan atau masukkan ke pihak klub mengenai hal ini. Dukungan supporter akan lebih mempunyai efek positif bagi mental tim jika diberikan justru pada saat tim sedang terpuruk.
Namun ada faktor-faktor lain diluar faktor kurang 'dewasa'nya sebagian supporter yaitu : buruknya manajemen liga, masih kurangnya stok wasit yang berkualitas, standar keamanan stadion-stadion di Indonesia yang rata-rata dibawah standar keamanan yang di syaratkan FIFA, dan adanya contoh buruk yang ditunjukkan oleh sebagian pengurus organisasi sepakbola di Indonesia(PSSI) yang masih mempunyai orientasi mencari keuntungan dari organisasi dan bukan memberikan peruntungan bagi organisasi.
Kebanyakan kondisi stadion di Indonesia masih kurang memenuhi syarat untuk menggelar laga besar tingkat internasional. Fasilitas pengamanan yang minim, kapasitas terbatas, lokasi yang terlalu dekat ke pusat kota dan kurangnya fasilitas pendukung lainnya.
Artikel ini berhubungan dengan pertanyaan yang saya tulis karena fasilitas pengamanan yang minim, kapasitas terbatas dan lokasi yang dekat ke pusat kota mudah mnimbulkan kerusuhan antar suporter. Seperti yang terjadi antara The jakmania dengan Aremania yang terjadi di Stadion Brawijaya. STADION Brawijaya Kediri pada 16 Januari menjadi saksi bisu kebrutalan Aremania. Kelompok suporter yang dikenal santun dan pernah menjadi suporter terbaik itu tiba-tiba menjadi beringas. Asisten wasit Sumarman menjadi korban pemukulan suporter Arema yang merasa tidak puas dengan kepemimpinan wasit.
Belum puas, Aremania melanjutkan aksinya dengan membakar gawang dan fasilitas lain di stadion home base Persik Kediri ini. Bahkan, amukan ini juga menjalar hingga keluar stadion. Inilah awan kelabu pertama pada 2008 yang menimpa sepakbola nasional.
Hal itu seolah mengulang kejadian ketika kelompok suporter Persebaya Surabaya, Bonekmania, mengamuk usai pertandingan babak 8 besar Copa Indonesia 2006. Tidak puas dengan hasil pertandingan, mereka merusak stadion dan membakar beberapa mobil di luar stadion.
Sebelumnya, pada medio Maret 2007 kerusuhan juga mewarnai Liga Indonesia ketika Persija Jakarta bertandang ke Persikota Tangerang. Meski tidak ada korban jiwa, sejumlah suporter mengalami luka-luka dan tiga kendaraan Pemkot Tangerang hancur.
Rentetan demi rentetan kerusuhan yang menghiasi lembaran pelaksanaan Liga Indonesia seakan-akan menguatkan stigma bahwa sepakbola nasional rentan kerusuhan.
Namun pandangan ini ditampik berbagai pihak, terutama Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Badan Liga Indonesia (BLI) sebagai otoritas tertinggi sepakbola nasional dan penyelenggara liga Indonesia.
Ketua BLI Joko Driyono menyatakan, kerusuhan yang terjadi dalam suatu pertandingan sepakbola tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab BLI. Menurutnya, tanggung jawab BLI hanya untuk menyelenggarakan liga, sedangkan pertandingan sendiri menjadi tanggung jawab panitia pelaksana setempat.
''Saat pertandingan berlangsung, semuanya sudah menjadi tanggung jawab dari panitia pelaksana yang berkoordinasi dengan petugas keamanan. Perangkat pertandingan seperti wasit dan hakim garis juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Harusnya baik pemain, klub, dan suporter dapat menghormati keputusan yang dibuat oleh wasit dan hakim garis,'' kilahnya.
Dari sisi suporter, sudah barang lazim fanatisme suporter klub sepakbola Indonesia seperti menjadi gejala sosial yang berujung pada kondisi sosio-ekonomi masyarakat Indonesia saat ini yang erat berkait dengan kefrustrasian dan keterpurukan. Hitam putih dunia suporter Indonesia selalu berkelindan dan bertumpang tindih dengan hiruk pikuk kompleksitas bangsa Indonesia dalam segala hal yang mencakup politik, budaya, pendidikan dan ekonomi. Sepakbola Indonesia memang terlanjur identik dengan keterbelakangan, keterpurukan dan dijejali kaum pinggiran, sebuah simbolisasi kaum yang paling frustrasi dalam hierarki sosiologis di Indonesia. Pilihan sebagai pesepakbola lebih sering didasari atas minimnya kesempatan di bidang lain yang lebih menjanjikan. Ketika dunia pendidikan tidak cukup bersahabat dengan dirinya atas kondisi ketakberpihakan dan ketakberdayaan biaya, maka sepakbola adalah pilihan yang sangat menjanjikan untuk melihat hari di depan kalau tidak mau terus menerus berdekatan dengan ketakberpihakan. Sayangnya dunia sepakbola yang menjadi harapan tidak banyak memberikan kesempatan dalam mencapai tujuan ini.
Dalam sisi lain, menjadi suporter fanatik adalah cara untuk melepaskan diri dari persoalan sehari-hari dan pelarian dari rasa frustrasi berkepanjangan sebagai bangsa selain sebagai cara-cara untuk aktualisasi identitas dan kebutuhan terhadap pencitraan. Satu hal lagi, ajang suporter juga menjadi salah satu wadah lanjutan dari konflik kehidupan sehari-hari yang terkait pelik dengan keterdesakan demografis dan ekonomi sehingga apa yang terjadi dalam lingkungan suporter sepakbola selalu persis dengan apa yang terjadi di kehidupan bangsa Indonesia. Keterdesakan demografis dan ekonomi yang saya maksud adalah penduduk Indonesia yang terus tumbuh dimana hal ini menyebabkan kondisi saling sikut dan saling kompetisi untuk bertahan sekedar survive sementara hal ini tidak berbarengan dengan kesempatan ekonomi. Pada titik limit kompetisi, aksi tipu-menipu, kriminalitas, penjarahan, tawuran, intoleransi menjadi warna sehari-hari dan dapat diperankan secara persis di dunia suporter sepakbola. Suka tidak suka, fenomena Bonek adalah satu contoh. Berbagai kerusuhan antarsuporter yang selama ini sering terjadi menegaskan potret buram atas latarbelakang sekaligus gejala sosial yang memangku kehidupan bangsa Indonesia secara umum. Kerusuhan dan keributan seolah sudah menjadi paket yang disiapkan dari rumah dan akan diperankan dalam menonton sepakbola nantinya.
Penggunaan bahasa yang tidak ditimbang dengan baik dapat memanipulasi realitas sehingga berpotensi menimbulkan persepsi keliru dan berakhir dengan aktualisasi destruktif. Penggunaan bahasa dalam olahraga adalah salah satu contohnya. Dengan sedikit pengamatan pada bahasa yang digunakan dalam berita atau siaran olahraga, kita akan dengan mudah menemukan bahwa metafora kekerasan telah merasuk ke dalamnya.
Ungkapan-ungkapan ofensif, seperti "membantai, menghancurkan, menggilas, menggebuk, mematahkan, atau membungkam lawan" adalah ekspresi yang kerap kali digunakan untuk memberitakan bahwa sebuah tim atau seseorang mengalahkan atau unggul atas lawannya. Mungkin sang pembuat berita hendak memberi kesan dramatis bahwa tim atau orang tersebut menang telak atau meyakinkan, tetapi tidak menyadari bahwa pihak yang dikalahkan akan membawa realitas olahraga ke dalam imajinasi kekerasan.
Pemilihan metafora di atas adalah cara yang tepat untuk menempatkan yang kalah sebagai pihak teraniaya, sedangkan yang menang adalah pembunuh berdarah dingin yang membantai korbannya, backhoe yang menghancurkan atau menggilas tenda kaki lima atau perumahan kumuh, segerombolan preman yang menggebuk dan mematahkan kaki seterunya, atau seorang perampok/pemerkosa yang membekap mulut korbannya.
Pertandingan/perlombaan olahraga adalah kegiatan yang menjunjung sportivitas, saat di mana peserta menguji kemampuannya dengan jujur, mematuhi peraturan yang telah ditetapkan, dan menerima kemenangan atau kekalahan sebagai suatu kewajaran. Namun, nilai kejujuran dan logika itu dapat terkontaminasi bila kekalahan dinilai sebagai sesuatu yang memalukan, pihak yang kalah dianggap pecundang, atau yang terkorbankan. Karena itu, ungkapan "mempermalukan atau memecundangi lawannya", atau "menelan korban", adalah contoh penggunaan bahasa yang overdosis.
Aroma kebencian juga tercium dalam kosa kata, "partai balas dendam, duel maut" atau "tim A bentrok dengan musuh bebuyutannya". Para pemain, pelatih, dan para suporter dipersepsikan menuju arena peperangan (battle field), bukannya lapangan pertandingan, untuk berduel dengan musuh dan menuntaskan dendamnya. Untuk mengalahkan musuh, seseorang tidak memerlukan aturan. Dia dapat melakukan apa saja, dengan cara yang amat licik sekalipun, untuk membinasakan musuh dan menuntaskan dendamnya. Apakah spirit ini yang hendak dihidupi dalam olahraga? Tentu saja tidak.
Sudah saatnya bagi insan pers, khususnya mereka yang berkecimpung di bidang olahraga, untuk menakar bahasa jurnalismenya. Bahasa ternyata tidak hanya sekadar menyampaikan informasi kepada para pembaca/pendengar, tetapi ikut membentuk bagaimana mereka memersepsikan dan membentuk realitas yang dialaminya.
Sebutan boleh berbeda, isinya tetap sama. Itu kalimat yang rasanya tepat untuk menggambarkan perubahan nama liga sepak bola kita, dari sebelumnya "Liga Djarum" menjadi "Djarum Liga Super Indonesia 2008." Namanya boleh dibumbui kata "super." Namun, yang terjadi tetap gelaran liga yang sarat problem, mulai dari klub-klub yang miskin karena benar-benar hanya bergantung pada pendanaan APBD, anarkhisme suporter, sampai yang terkini: izin pertandingan.
Senin (28/8), laga Persija Jakarta versus PersitaTangerang yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, terpaksa batal. Pasalnya, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya tidak memberikan izin keramaian kepada Persija. Polisi enggan memberi izin karena dinyatakan ada kerawanan bentrok antar suporter, dan itu berkaca kepada pengalaman perilaku anarkhis suporter Persija di Stadion Lebak Bulus, GBK, dan juga di Stadion Benteng, Tangerang.
Ada masukan yang perlu dipertimbangkan Polda Metro maupun Persija. Bagi Polda, ancaman bentrok sesederhana apapun tak akan mampu mereka atasi, jika pengamanan laga tetap dilakukan secara konservatif. Mengapa konservatif? Sebutan itu layak ditudingkan ke polisi karena pengamanan selama ini hanya berorientasi ke dalam lapangan. Singkatnya, hanya menyiagakan polisi di sekeliling lapangan. Padahal, jika dicermati, potensi keributan antar suporter atau perilaku anarkhisme, bersumber dari tribune penonton (terutama yang "dihuni" suporter klub tuan rumah).
Seharusnya, polisi menyiagakan sejumlah petugas juga di seputaran tribun, yang sewaktu-waktu mereka bisa meminta bala bantuan di tribun yang berpotensi menyebabkan kericuhan. Bagi Persija, ini peristiwa ini bisa menjadi bahan introspeksi penting agar mereka serius membenahi perilaku suporter.
Direktur Umum PT Persija Jaya, Bambang Sutjipto menuturkan, ia sudah sering mengadakan forum silaturahmi suporter untuk menyosialisasikan ide-ide anti kekerasan dan urgensi sportivitas. Namun, itu belum cukup. Perlu dipertanyakan, sejauh mana jangkauan forum-forum itu? Jika hanya di seputar koordinator lapangan (korlap) "Jakmania", maka jelas itu kurang maksimal.
Sebab, sejauh ini, yang sering menjadi biang keributan adalah massa "Jakmania" di tataran terbawah. Merekalah yang kerap melempar botol minuman berisi air kotor ke tribun di bawahnya, atau mencegat mobil bak terbuka di jalan-jalan protokol, sehingga meresahkan pengguna jalan lain.
Pemkot Kediri geger. Bendahara sekaligus Asisten Manajer Persik Kediri Bidang Keuangan Suryadi ditemukan menggelepar di Sekretariat Persik Jl Diponegoro 7. Dia diduga bunuh diri dengan cara meminum cairan antinyamuk merek Baygon.
Lelaki 48 tahun itu pertama kali ditemukan tak sadarkan diri oleh staf sekretariat Persik sekitar pukul 03.00. Tubuhnya menggelepar di salah satu kamar.
Di kamar belakang sebelah timur secretariat Persik, tercium bau cairan tersebut yang menyengat. Di dekat kasur terdapat bekas cairan yang diduga muntahannya. Satu botol cairan antinyamuk merek Baygon kemasan satu liter ditemukan di sela spring bed dan lemari. Ada pula sandal dan kaus Suryadi yang masih tertinggal.
Suryadi terlibat di kepengurusan Persik sejak lama. Sejak Persik masih berada di level divisi III pada 1999. Sejak saat itu Suryadi terus jadi pengurus teras hingga saat ini. Dia merupakan kepercayaan Ketua Umum H Achmad Maschut. Khususnya yang terkait dengan urusan keuangan klub.
Keterlibatan Suryadi di sepak bola juga disebabkan kecintaannya pada olahraga ini. Suryadi adalah mantan pemain. Walaupun dia bukan pemain profesional. Lelaki kelahiran Nganjuk ini juga menjadi salah satu tokoh di balik fenomena kebangkitan Persik. Selain jadi pengurus, Suryadi adalah asisten manajer bagian keuangan. Dia pun pernah menjadi pejabat harian manajer tim. Tepatnya ketika Manajer Persik saat itu dipegang oleh Achmad Maschut.
Sementara di pemerintahan, karir Suryadi juga lumayan. Saat ini dia menjadi kepala sub bidang aparatur pemerintahan di Badan Pengawas Kota (Bawaskot) Kediri. Dia pindah ke Bawaskot saat terjadi mutasi di awal tahun ini. Sebelumnya, Suryadi adalah staf di bagian keuangan pemkot.
Sebelum ditemukan tak sadarkan diri, kemarin, Selasa (19/8) lalu Suryadi sempat menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati), Surabaya. Dia dimintai keterangan atas posisinya sebagai bendahara sekaligus asisten manajer bidang keuangan Persik. Keterangannya diperlukan terkait kasus pemindahan dana hibah poltek senilai Rp 4,2 miliar ke Persik.
Apakah pemeriksaan itu yang membuatnya tertekan? Polisi masih menyelidikinya. Jika benar, ini bakal menambah daftar pejabat pemkot yang nekat mengakhiri hidupnya dengan dugaan tekanan kasus. 4 Februari lalu, Edi Wijanarko, kasubbag perbendaharaan Bagian Keuangan Pemkot, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Sebelumnya, dia juga pernah diperiksa kejati terkait kasus dugaan penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan 2007.
Untuk diketahui, kejati saat ini sedang memeriksa kasus pemindahan dana hibah poltek untuk operasional Persik. Kasus itu terendus oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sejumlah pejabat sudah diperiksa.
Mereka adalah Direktur Poltek yang juga mantan Sekkota Muh. Zaini, Ketua Harian Persik yang juga mantan Ketua DPRD Antonius Rachman, Kabag Keuangan Pemkot Suprapto, Kabag Pembangunan Pemkot Budi Siswantoro, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Widodo, Kepala DKLH Rachno Irianto, dan Suryadi.
(sumber: Jawapos Radar Kediri)
Persik Kediri, meskipun tidak mempunyai sejarah besar di sepakbola Indonesia, pada enam tahun terakhir ini menjadi salah satu klub papan atas di Indonesia. Dengan suporter tidak sedikit, seharusnya klub ini bisa diarahkan menuju klub profesional. Ironisnya, pada Indonesia Super League (ISL) ini, gegap gempita Persikmania bisa jadi sebagai alat politik Maschut atau Iwan Budianto yang akan maju sebagai Cawawali Kediri 2009-2014.
Sayangnya, ketika beberapa klub sedang menuju ke arah profesional dengan membentuk PT (seperti Persija atau Sriwijaya FC), bahkan PKT Bontang, Pelita Jaya dan Arema Malang sudah murni profesional sebagai sebuah klub sepakbola, (pengurus) Persik masih berkubang di tempat kotor yang sudah usang.
Semoga langkah profesional Arema Malang, Pelita Jaya, dan PKT Bontang yang disusul PT Persija dan Sriwijaya FC juga diikuti oleh klub-klub lain, termasuk Persik Kediri, dan tidak ada lagi kasus percobaan bunuh diri Suryadi di klub-klub lain.
Jayalah Sepakbola Nasional
KESIMPULAN
Secara lebih spesifik, kita di sini bicara soal norma dan nilai, dua hal yang menjadi dasar pembentukan kode moral sebuah budaya, sistem-sistem simbol di mana perilaku diberi label “ baik”, “buruk”, “benar”, atau “salah”. Dengan begitu, satu perilaku hanya disebut sebagai penyimpangan (deviance) atau normal jika kita mengetahui siapa pelakunya dan dalam konteks sosial atau budaya.

Tag :

Kitab Ilmu

on Selasa, 29 Maret 2011

1. Larangan mengikuti ayat Alquran yang mutasyabih dan peringatan terhadap orang-orang yang mengikutinya serta larangan berselisih mengenai Alquran
  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. membaca firman Allah yang berbunyi: Dialah yang menurunkan Alkitab (Alquran) kepada kamu. Di antara isinya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Alquran dan yang lain ayat-ayat mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat daripadanya untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami. Dan tidak dapat mengambil pelajaran daripadanya melainkan orang-orang yang berakal. Setelah membaca firman tersebut Rasulullah saw. bersabda: Apabila kamu melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat dari Alquran, maka mereka itulah orang-orang yang telah disebut oleh Allah. Maka waspadalah terhadap mereka. (Shahih Muslim No.4817)
  • Hadis riwayat Jundab bin Abdullah Al-Bajali ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Bacalah Alquran sepanjang hati kalian bersepakat padanya lalu apabila kalian berselisih tentangnya, maka bangkitlah (hentikanlah). (Shahih Muslim No.4819)
2. Tentang orang yang keras permusuhannya
  • Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya lelaki yang paling dibenci oleh Allah ialah yang paling keras permusuhannya. (Shahih Muslim No.4821)
3. Mengikuti sunah orang-orang Yahudi dan Nasrani
  • Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Sungguh kamu sekalian akan mengikuti sunah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka masuk ke dalam sarang biawak kamu sekalian pun akan mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Beliau menjawab: Lalu siapa lagi selain mereka. (Shahih Muslim No.4822)
4. Pada akhir zaman kelak ilmu akan diangkat dan diambil, lalu timbul kebodohan dan berbagai fitnah
  • Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Di antara tanda-tanda hari kiamat ialah diangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, banyak yang meminum arak, dan timbulnya perzinaan yang dilakukan secara terang-terangan. (Shahih Muslim No.4824)
  • Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya menjelang terjadinya hari kiamat terdapat beberapa hari di mana pada hari-hari itu ilmu akan diangkat, diturunkan kebodohan dan banyak terjadi peristiwa pembunuhan. (Shahih Muslim No.4826)
  • Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat semakin mendekat, ilmu akan dicabut, fitnah akan banyak muncul, sifat kikir akan merajalela dan banyak terjadi haraj. Para sahabat bertanya: Apakah haraj itu? Rasulullah saw. menjawab: Yaitu pembunuhan. (Shahih Muslim No.4827)
  • Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata:
    Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabutnya begitu saja dari manusia, akan tetapi Allah akan mengambil ilmu dengan cara mencabut (nyawa) para ulama, sehingga ketika Allah tidak meninggalkan seorang ulama pun, manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh yang apabila ditanya mereka akan memberikan fatwa tanpa didasarkan ilmu lalu mereka pun sesat serta menyesatkan. (Shahih Muslim No.4828)
Tag :

pssi tak undang sayrial damopilii

on Kamis, 24 Maret 2011

JAKARTA - Suara lantang ketua KPPN (Komite Penyelamatan Persepakbolaan  Nasional ) Syahrial Damopolii berakibat fatal. Ketua Umum Pengprov PSSI Sulawesi Utara (Sulut) itu dipastikan tidak diundang  PSSI untuk mengikuti kongres pembentukan  Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) di Pekan baru besok.


Alasan PSSI, "dieliminasinya" Syahrial itu bukan karena  dia menjadi ketua KPPN yang dianggap merongrong PSSI, tapi PSSI berdalih jika Syahrial sudah dimosi tidak percaya oleh mayoritas anggota PSSI Sulut.  Menurut Sekjen  PSSI Nugarah Besoes, Syahrial tercatat sudah tidak menjabat lagi sebagai Ketum Pengprov PSSI Sulut sejak medio Februari lalu.

"Kami mendapat  laporan tertulis dari anggota PSSI Sulut.  Lewat Rapat Koordinasi PSSI Sulut 19 Februari di Hotel Rockrand, Manado, perwakilan pengurus cabang dan klub pemilik hak suara pengprov PSSI Sulut, perwakilan wasit, pelatih, pemain dan unsur-unsur lain yang punya kapasitas sepakat untuk membekukan jabatan Syahrial Damopoli sebagai Ketua Pengprov," ujar Nugraha Besoes. "Karena itu dia tidak kami undang ke Kongres karena sudah tidak memiliki kepentingan," sambung Nugraha.

Sebagai ganti, PSSI mengundang AKBP Fritz Katiandago yang sudah ditunjuk sebagai pelaksana tugas Ketua Pengprov PSSI Sulut. Sebelumnya Fritz menempati posisi wakil ketua.

Tak urung, hal itu membuat Syahrial kebakaran jenggot. Mantan ketua DPRD Sulut itu menegaskan dirinya masih berhak  menjadi peserta kongres. Sebab, surat keputusan pemecatannya belum diterima hingga sekarang. "Sejauh ini saya Cuma mendengar berita itu dari media. SK (Surat Keputusan) pemecatan belum saya terima. Karena itu, saya masih berhak menjadi peserta kongres," kata Syahrial ketika dihubungi tadi malam.

Ketika dikonformasi mengenai bantahan Syahrial ini Sekjen PSSI Nugraha Besoes berkilah jika SK sudah dikirimkan ke Pengprov PSSI Sulut. "SK sudah dikirim ke Sulut. Bahkan PSSI telah mengesahkan AKBP Fritz Katiandago sebagai pengganti Syahrial," tegas Nugraha.

Sementara itu, Sekretaris KPPN Tuty Dau kepada Jawa Pos mengatakan, meski berbagai trik  coba dilakukan oleh PSSI tapi sampai saat ini 84 pemilik suara yang tergabung di KPP tetap solid.

Wanita yang juga ketua umum Persepar Palangkaraya ini menegaskan, di kongres pemilihan anggota  KP dan KBP besok KPPN akan bersuara lantang mempertanyakan segala ketidakberesan yang terjadi menjelang kongres. Diantaranya mengenai keterlambatan pengiriman surat undangan dan tidak adanya sosialisasi mengenai Peraturan Organisasi (PO). Padahal itu sangat dibutuhkan anggota.

"Kami pasti akan pertanyakan itu di kngres nanti. Percuma kami datang ke kongres kalau hanya diam saja," cetus Tuty. "Pokoknya kongres harus berjalan sesuai mekanisme yang diajurkan FIFA. Kalau tidak, pasti kami akan mengambil sikap," lanjut wanita yang juga anggota DPRD  Kalimantan Tengah ini. (ali)
sumber : http://www.jpnn.com
Tag :

Alasan mengapa stadion sepakbola di inggris tidak menggunakan pagar pembatas

on Rabu, 23 Maret 2011

Selain dikenal dengan Kick And Rush nya, Liga Inggris dikenal dengan kualitas lapangan nomor wahid. Dan satu lagi, stadion - stadion di Inggris ternyata nggak punya pagar pembatas antara tribun penonton dengan lapangan. Dan yang lebih hebatnya lagi, jarak bangku penonton dengan lapangan gak lebih dari 5 meter. Kenapa bisa begitu? 
Ternyata hal tersebut diberlakukan bukan karena penonton Liga Inggris pada baik dan tertib, tapi karena penonton pada bengal dan brutal. Lhooo..kok bisa? Penonton nya brutal kok ga dikasih pagar pembatas? Ini dia sejarahnya dan alasannya . . .
Anda pasti sudah tahu dengan kerusuhan yang dilakukan supporter Liverpool di Belgia sewaktu final Liga Champions lawan Juventus. Kerusuhan yang terjadi 29 Mei 1985 yang kemudian dikenal dengan Tragedi Heysel ini memakan korban jiwa 39 orang.

Tragedi tersebut berdampak besar bagi sepakbola Eropa. Ada kesalahan tentu ada sanksi. Soal kerusuhan dan pelanggaran, Eropa paling tegas. UEFA akhirnya melarang Liverpool main di Eropa selama 5 tahun. Dan uniknya, FA (Konfederasi Sepakbola Inggris) malah ikut - ikutan nambahin hukuman.

Dan yang lebih unik, bukan cuma Liverpool, tapi semua klub Inggris nggak boleh main di luar Inggris selama 5 tahun! Dan yang paling unik, ternyata gak ada protes dari klub-klub yang kena sanksi.

“Lho Liverpool yang salah, kok gue kena getahnya?” mungkin begitu celoteh klub-klub Inggris tersebut. Semua pasrah. Ulah fans Liverpool saat itu yang mabuk berat dan berkategori hooligans benar-benar menampar muka sepakbola Inggris. Namun begitu semua klub sepakat introspeksi.

Hukuman FA nggak berhenti di situ. Ada banyak perubahan parameter keamanan lainnya. Yang paling mencolok adalah menghilangkan pagar pembatas tribun penonton dan lapangan serta nggak boleh lagi ada tribun kelas berdiri (tanpa kursi) di seantero Inggris. Di Eropa, cuma Inggris yang nggak menjual tiket tanpa kursi.
 
Dengan aturan tersebut, bukan berarti sepakbola Liga Inggris 100% aman. Penggemar Setan Merah pasti tidak akan lupa dengan “tendangan kung fu” Eric Cantona kepada suporter Crystal Palace di pinggir lapangan. 
Atau The Kop masih ingat dengan insiden masuknya balon ke lapangan yang dilemparkan seorang remaja yang akhirnya membuat liverpool kalah dari Sunderland.  
Terlepas dari hal itu, rasanya kita wajib mengacungkan 2 jempol untuk keberanian FA dan sikap dewasa para suporter Liga Inggris yang dulu sering bikin orang resah, sekarang justru relatif lebih santun. Kalau misalkan hal serupa diterapkan di Liga Indonesia, apa yang kira-kira bakalan terjadi ya?
sumber :  http://www.klikunic.com
Tag :

metode pembelajaran

on Jumat, 04 Februari 2011

1.    Metode Tanya Jawab
Langkah-langkah
1.      Corak pertanvaan yang diajukan oleh Guru. Pada hakikatnya metode tanya-jawab berusaha menanyakan apakah murid telah mengtahui fakta-fakta tertentu yang sudah diajarkan. Dalam hal lain siswa juga bermaksud ingin mengetahui tingkat-tingkat proses pemikiran murid. Melalui metode tanya-jawab Guru ingin mencari jawaban yang tepat dan faktual.
2.      Sifat pengambilan bagian yang diharapkan dari pihak siswa Sebaliknya dengan metode diskusi, Guru mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang agak berlainan sifatnya. Di sini Guru merangsang siswa menggunakan fakta-fakta yang dipelajari untuk memecahkan suatu persoalan. Pertanyaan seperti ini biasanya tidak mempunyai jawaban yang tepat dan tunggal, melainkan lebih dari sebuah jawaban. Dari penjelasan tersebut kita ketahui bahwa metode, tanya-jawab mempunyai wilayah yang saling mencakup dengan metode diskusi, sehingga kadang-kadang sukar dibedakan, apakah yang sedang dipakai oleh Guru dalam suatu kelas. Tetapi lepas dari kenyataan bahwa kedua metode ini sering sukar dibedakan, akan tetapi tujuan dan teknik masing-masing cukup mempunyai perbedaan yang besar sehingga dalam uraian ini seyogyanya dibedakan. Penggunaan Metode Tanya Jawab Untuk memberikan gambaran tentang wajar atau tidaknya penggunaan metode tanya-jawab, berikut ini akan disajikan suatu kejadian dalam kelas. Dalam tiap kejadian akan diikuti dengan analisis mengenai aspek pokok pelajaran itu dan sejauh manakah kewajaran penggunaan metode tanya-jawab. Ilustrasi penggunaan metode tanya jawab di kelas.
1. Melanjutkan pelajaran yang lalu
2. Menyelingi pembicaraan untuk mendapatkan kerjasama siswa
3. Memimpin pengamatan atau pemikiran siswa Kelebihan metode tanya Jawab :
Ø  Kelas lebih aktif karena anak tidak sekedar mendengarkan saja.
Ø  Memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya sehingga Guru mengetahui hal-hal yang belum dimengerti oleh siswa.
Ø  Guru dapat mengetahui sampai sejauh mana penangkapan siswa terhadap segala sesuatu yang diterangkan. Kelemahan metode tanya Jawab:
·         Dengan tanya-jawab kadang-kadang pembicaraan menyimpang dari pokok persoalan bila dalam mengajukan pertanyaan, siswa menyinggung hal-hal lain walaupun masih ada hubungannya dengan pokok yang dibicarakan. Dalam hal ini sering tidak terkendalikan sehingga membuat persoalan baru.
·         Membutuhkan waktu lebih banyak.
2.    Metode penugasan
Pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan berarti guru memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Tugas yang diberikan guru dapat berupa masalah yang harus dipecahkan dan prosedurnya tidak diberitahukan. Metode penugasan ini dapat mengembangkan kemandirian siswa, merangsang untuk belajar lebih banyak, membina disiplin dan tanggung jawab siswa, dan membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri informasi. Kekurangan metode ini terletak pada sulitnya mengawasi mengenai kemungkinan siswa tidak bekerja secara mandiri
3.    Metode eksperimen laboratorium
Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dengan menggunakan percobaan. Dengan melakukan eksperimen, siswa menjadi akan lebih yakin atas suatu hal daripada hanya menerima dari guru dan buku, dapat memperkaya pengalaman, mengembangkan sikap ilmiah, dan hasil belajar akan bertahan lebih lama dalam ingatan siswa. Metode ini paling tepat apabila digunakan untuk merealisasikan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri atau pendekatan penemuan.
Beberapa saran untuk mengadakan eksperimen. 1. Menerangkan sejelas-jelasnya tujuan-tujuan pelajaran pada siswa, sehingga siswa mengetahui pertanyaan yang perlu dijawab dengan eksperimen. 2. Membicarakan bersama dengan siswa prosedur atau langkah-langkah yang dianggap sebaik-baiknya untuk memecahkan rnasalah dalam eksperimen, serta bahan-bahan yang diperlukan, variabel yang perlu dikontrol dan hal-hal yang perlu dicatat. 3. Menolong siswa untuk memperoleh bahan-bahan yang diperlukan. 4. Setelah eksperimen selesai siswa membandingkan hasilnya dengan hasil eksperimen orang lain dan mendiskusikan bila ada perbedaan-perbedaan atau kekeliruan-kekeliruan.

4.    Metode bermain peran / simulasi
Pembelajaran dengan metode bermain peran adalah pembelajaran dengan cara seolah – olah berada dalam suatu situasi untuk memperoleh suatu pemahaman tentang suatu konsep. Dalam metode ini siswa berkesempatanm terlibat secara aktif sehingga akan lebih memahami konsep dan lebih lama mengingat, tetapi memerlukan waktu lama.

5.    Metode kooperatif terpadu membaca dan menulis (Steven & Slavin, 1995)
Langkah-langkah :
  • Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen
  • Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran
  • Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas
  • Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
  • Guru membuat kesimpulan bersama
  • Penutup
6.    Metode pembelajaran berdasarkan masalah
Langkah-langkah :
a.      Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
b.      Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
c.       Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
d.      Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
e.       Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan
7.    number head together
Langkah-langkah :
  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
  4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
  5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
  6. Kesimpulan

Tag :

PENCEGAHAN DAN PERAWATAN CIDERA


Dehidrasi Dan Heat Stroke
I.      Dehidrasi
Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh. Hal ini terjadi karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan (misalnya minum). Gangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh.
Dehidarasi terjadi karena
*       kekurangan zat natrium;
*       kekurangan air;
*       kekurangan natrium dan air.
Dehidrasi terbagi dalam tiga jenis berdasarkan penurunan berat badan, yaitu
Dehidrasi ringan (jika penurunan cairan tubuh 5 persen dari berat badan), dehidrasi sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 persen dari berat badan), dan dehidrasi berat (jika penurunan cairan tubuh lebih dari 10 persen dari berat badan).
Selain mengganggu keseimbangan tubuh, pada tingkat yang sudah sangat berat, dehidrasi bisa pula berujung pada penurunan kesadaran, koma, hingga meninggal dunia, atau tidak
Air merupakan bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia. Hampir semua reaksi di dalam tubuh manusia memerlukan cairan. Agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik, dibutuhkan masukan cairan setiap hari untuk menggantikan cairan yang hilang.
Fungsi cairan tubuh antara lain :
1.      Mengatur suhu tubuh
Bila kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi panas dan naik.
2.      Melancarkan peredaran darah
Jika tubuh kita kurang cairan, maka darah akan mengental. Hal ini disebabkan cairan dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh. Proses tersebut akan berpengaruh pada kinerja otak dan jantung.
3.      Membuang racun dan sisa makanan
Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat, air seni, dan pernafasan.
4.      Kulit
Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kecukupan air dalam tubuh berguna untuk menjaga kelembaban, kelembutan, dan elastisitas kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh.
5.      Pencernaan
Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Konsumsi air yang cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena gerakan usus menjadi lebih lancar, sehingga feses pun keluar dengan lancar.
6.      Pernafasan Paru-paru
memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah dalam bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa karbondioksida keluar tubuh. Hal ini dapat dilihat apabila kita menghembuskan nafas ke kaca, maka akan terlihat cairan berupa embun dari nafas yang dihembuskan pada kaca.
7.      Sendi dan otot
Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Otot tubuh akan mengempis apabila tubuh kekurangan cairan. Oleh sebab itu, perlu minum air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir resiko kejang otot dan kelelahan.
8.      Pemulihan penyakit
Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang memadai berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang.
Hilangnya Cairan Tubuh Manusia
Kehilangan cairan tubuh dapat bersifat :
a.       Normal Hal tersebut terjadi akibat pemaakaian energi tubuh. Kehilangan cairan sebesar 1 ml terjadi pada pemakaian kalori sebesar 1 kal.
b.      Abnormal Terjadi karena berbagai penyakit atau keadaan lingkungan seperti suhu lingkungan yang terlalu tinggi atau rendah. Pengeluaran cairan yang banyak dari dalam tubuh tanpa diimbangi pemasukkan cairan yang memadai dapat berakibat dehidrasi. Dehidrasi adalah keadaan dimana tubuh kehilangan cairan elektrolit yang sangat dibutuhkan organ-organ tubuh untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Saat dehidrasi, tubuh dengan terpaksa menyedot cairan baik dari darah maupun organ-organ tubuh lainnya.
Gejala Dehidrasi
Berikut ini adalah berbagai gejala dehidrasi sesuai tingkatannya :
a.       Dehidrasi ringan Muka memerah Rasa sangat haus Kulit kering dan pecah-pecah Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap dari biasanya Pusing dan lemah Kram otot terutama pada kaki dan tangan Kelenjar air mata berkurang kelembabannya Sering mengantuk Mulut dan lidah kering dan air liur berkurang
b.      Dehidrasi sedang Tekanan darah menurun Pingsan Kontraksi kuat pada otot lengan, kaki, perut, dan punggung Kejang Perut kembung Gagal jantung Ubun-ubun cekung Denyut nadi cepat dan lemah
c.       Dehidrasi Berat Kesadaran berkurang Tidak buang air kecil Tangan dan kaki menjadi dingin dan lembab Denyut nadi semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba Tekanan darah menurun drastis hingga tidak dapat diukur Ujung kuku, mulut, dan lidah berwarna kebiruan
Mengembalikan Cairan Tubuh Yang Hilang
Untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang, kita harus banyak minum minimal 8 gelas (± 2 liter ) air setiap hari yang bisa didapat dari :
-          Air putih yang higienis/air mineral Air putih mengandung beberapa zat penting untuk tubuh seperti oksigen, magnesium, sulfur, dan klorida.
-          Air berionAir berion tidak hanya menghilangkan dahaga melainkan juga berfungsi sebagai sumber energi seperti halnya karbohidrat, lipid, dan protein. Air berion bekerja sebagai perantara dalam reaksi-reaksi biokimia dan berperan dalam proses metabolisme tubuh sehingga dapat mengembalikan kesegaran otot tubuh setelah beraktivitas mengeluarkan keringat dengan cepat.
-          Jus buah Selain rasanya nikmat dan segar, jus buah mengandung beragam vitamin dan mineral yang menyehatkan. Menurut penelitian, jus jambu biji mengandung vitamin C sebanyak 3-6 kali lebih tinggi dibandingkan jus jeruk, 10 kali lebih tinggi dibandingkan pepaya, dan 10-30 kali lebih tinggi dibanding pisang. Namun, atlet kurang disarankan meminum jus buah saat berolahraga karena cairan padatnya tidak mudah terserap tubuh.
Jadi, sebelum Anda bermasalah dengan cairan tubuh, jagalah kadar air dalam tubuh Anda.
Mencegah Dehidrasi

  1. Minum banyak cairan; normalnya disarankan untuk mengkonsumsi paling sedikit 8 gelas cairan sehari.
  2. Minuman berenergi dapat mendorong orang-orang aktif lebih banyak minum cairan karena kandungan rasa dan sodium tinggi di dalamnya.
  3. Hindari minuman berkafein dan yang mengandung alkohol, keduanya sama-sama dapat menyebabkan dehidrasi.
  4. Hindari minuman yang mengandung carbonat karena pembakaran bisa menyebabkan penggelembungan atau perasaan penuh dan mencegah pemenuhan konsumsi cairan.
  5. Kenakan pakaian berwarna terang, yang menyerap dan berukuran pas.
  6. Usahakan berada di tempat yang sejuk, terlindungi dari matahari dan lindungi kulit dengan sunblock kapan saja. Selebihnya, menyadari dan mempersiapkan adalah cara termudah untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Di hari yang panas, untuk orang yang sedang beraktivitas bisa mengalami dehidrasi hanya
    dalam waktu 15 menit. Jika Anda mengalami pertanda ini, segeralah hentikan
    aktivitas dan beristirahatlah di tempat yang sejuk. Minum cairan sebanyak
    mungkin untuk menggantikan air yang hilang dari tubuh Anda.

II.      Heat Stroke
Definisi stroke panas adalah bahwa ia adalah semacam hipertermia yang menyebabkan suhu tubuh naik ke tingkat dimana tubuh mekanisme pendinginan menutup turun. Hipertermia adalah salah satu langkah di depan dari sengatan matahari atau panas stroke dan dapat menyebabkan kematian dengan membuat tubuh menyerap lebih panas daripada yang bisa benar-benar menghilang.
Departemen Agama (Depag) RI dan Departemen Kesehatan (Depkes) RI menginformasikan bahwa penyakit Heat Stroke ini merupakan stadium ketiga dari penyakit ”Sengatan Panas”. Adapun stadium sebelumnya adalah penyakit Heat Exhausion (Lelah Panas) dan Heat Cramp (Kejang Panas).
Panas penyakit, seperti panas panas kelelahan dan stroke, dapat terjadi jika tubuh tidak bisa terus dingin sendiri. Ketika suhu udara meningkat, tubuh berusaha untuk tetap tenang dan berkeringat. Keringat menguap oleh pendinginan tubuh sebagai hasilnya. ketika panas dan lembab, penguapan keringat melambat karena meningkatnya kadar kelembaban di udara. Ketika tubuh tidak cukup untuk mendinginkan keringat tubuh, maka suhu tubuh cenderung naik, dan sebagai hasilnya mungkin menjadi sakit.
Keletihan panas terjadi ketika tubuh terasa terlalu panas. Ada berbagai penyebab seperti olahraga atau cuaca panas. Akibat kelelahan panas mungkin merasa lemah, pusing atau kadang-kadang bingung. Kadang-kadang akan mengalami dehidrasi dan lulus sangat sedikit urin.
Jika mengalami pertarungan panas kelelahan, maka harus keluar dari panas segera. Pastikan bahwa beristirahat di tempat yang sejuk dan tempat teduh. Mencoba untuk minum banyak air atau cairan jenis lain tanpa penundaan. Namun, jangan sentuh alkohol. Alkohol dapat benar-benar membuat kelelahan panas lebih buruk.
Berikut adalah beberapa gejala klasik panas kelelahan:
  • Kelelahan
  • Mual
  • Headaches
  • Ketidaksadaran
  • Penglihatan kabur
  • Pusing
  • Kram otot
  • Mual
  • Muntah
  • Kebingungan
  • Denyut nadi cepat
  • Dehidrasi 
Tag :

Landasan Psikologi Pendidikan Jasmani

Teori Umpan-Balik

Umpan balik mempunyai peraan yang penting, baik bagi siswa maupun bagi guru. Pengertian umpan balik dalam kajian ini adalah pemberian informasi mengenai benar atau tidaknya jawaban siswa atas soal/pertanyaan yang diberikan, disertai dengan informasi tambahan berupa penjelasan letak kesalahan atau pemberian motivasi verbal/tertulis. Melalui umpan balik ini, seorang siswa dapat mengetahui sejauh mana bahan yang telah diajarkan dapat dikuasainya. Dengan umpan balik itu pula siswa dapat mengoresi kemampuan diri sendiri, atau dengan kata lain sebagai sarana korektif terhadap kemajuan belajar siswa itu sendiri.Sedangkan bagi guru, dengan umpan balik ia dapat mengetahui serta enilai sejauh mana materi yang diajarkannya telah dikuasai oleh siswa (Rooijakkers, 1984:23). Herman Hudoyo (1988:144) mengatakan, "Berikanlah umpan balik kepada siswa dengan cara memberikan jawaban soal kepada siswa, dapat pula ditunjukkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa pada saat mengoreksi tugas-tugasnya".
Pentingnya umpan balik dalam pembelajaran di kelas juga dinyatakan oleh Hopson dan Scally dalam Maryam (1994:64) yaitu, "We think feedback is essential in helping groups and group members learn more about how they operate and abaout themselves individually. We also think that feedback has to be given skillfully". Kurang lebih dapat diartikan bahwa umpan balik berguna untuk membntu siswa beljar secara berkelompok (klasikal) maupun perorangan mengenai kemampuan bagaimana mengoperasikan sesuatu dan dapat mengetahui kemampua individualnya. Sehingg dapat disimpulkan bahwa upan balik dapat melatih atau memberikan suatu keahlian atau ketrampilan.
Dengan demikian, dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan, pemberian umpan balik sangat diperlukan. Terlebih jika ditinjau dari penerapan konsep belajar tuntas (mastery learning) yang menghendaki semua siswa dapat mencapai tujuan yang dirumuskan secara benar dan maksimal.
umpan balik (feedback) merupakan satu-satunya elemen yang dapat ’menjudge’ apakah komunikasi yang telah berlangsung berhasil atau gagal dan Umpan balik terhadap suatu proses, kejadian atau layanan. Misalnya umpan balik dari pelanggan, umpan balik dari suatu proses seperti timbul bunyi atau informasi lebih lanjut. Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya. Dalam proses belajar, terdapat beberapa tahapan dalam pemrosesan informasi yaitu tahapan masukan, pengiriman, pemrosesan, keluaran dan umpan balik. Umpan balik adalah bagian yang amat penting untuk pencapaian tujuan belajar. Oleh karena itu, bila keluaran yang dilakukan oleh para siswa belum mencapai tujuan belajar, maka pendidik hendaknya memberikan umpan balik kepada siswa. Umpan balik dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan, mengetes pemahaman siswa dll. Umpan balik penting sekali untuk dilakukan oleh pendidik sebab dengan memberikan umpan balik maka pendidik akan mengetahui sejauh mana ketercapaian tujuan belajar. Bila tujuan belajar belum tercapai, maka pendidik dapat memberikan masukan informasi yang lebih mudah dipahami oleh para siswa. Informasi atau masukan dari pendidik tersebut akan dikirim, diproses lebih lanjut oleh siswa dengan harapan agar target tujuan belajar dapat tercapai.
Fase Umpan Balik
Konfirmasi tepat dan tidaknya penyelesaian yang ditempuh. Konfirmasi ini bisa meningkatkan dan melemahkan motivasi anak untuk memeras otak lagi pada kesempatan yang akan datang.
Teori belajar psikologi kognitif memfokuskan perhatiannya kepada bagimana dapat mengembangkan fungsi kognitif individu agar mereka dapat belajar dengan maksimal.
Pandangan kognitif melihat belajar sebagai sesuatu yang aktif. Mereka berinisiatif mencari pengalaman untuk belajar, mencari informasi untuk menyelesaikan masalah, mengatur kembali, dan mengorganisasi apa yang telah mereka ketahui untuk mencapai pelajaran baru. Meskipun secara pasif dipengaruhi oleh lingkungan, orang akan aktif memilih, memutuskan, mempraktikkan, memperhatikan, mengabaikan, dan membuat banyak respons lain untuk mengejar tujuan.
Menurut Djaali ( 2007:67) fase-fase jalur belajar pengaturan kegiatan kognitif adalah  :
1. Fase motivasi
2. Fase Konsentrasi
3. Fase pengolahan
4. Fase umpan balik

Sumber :
http://kumpulancoretan.blogspot.com/2007/10/pentingnya-pemberian-umpan-balik.html
http://joe11penjasorkes.blogspot.com/2009/12/dasar-psikologik-pendidikan-jasmani.html
Tag :

GAYA INKLUSI

on Senin, 31 Januari 2011



Nama Pelaku   : ……………………………….
Kelas               : ……………………………….
Materi              : Dribbling Dengan Kombinasi Passing

Petunjuk :
1. Pilihlah bentuk latihan dribbling dikombinasikan dengan passing sesuai dengan kemampuan anda.
2. Setelah anda mampu melakukan 4 kali pada level 1 atau yang lain dapat diteruskan ke level yang lebih tinggi.
Materi
Tugas
Level 1
Level 2
Level 3
Level 4

Melakukan latihan dribbling
Jumlah : 4 kali Latihan.


-       Posisi siap dribbling
-       Melakukan dribbling dikombinasikan dengan passing sampai kurang lebih 8 meter

-       Posisi siap dribbling
-       Melakukan dribbling dikombinasikan dengan passing sampai kurang lebih 10 meter

-       Posisi siap dribbling
-       Melakukan dribbling dikombinasikan denga passing sampai kurang lebih 12 meter

-       Posisi siap dribbling
-       Melakukan dribbling dikombinasikan dengan passing sampai kurang lebih 15 meter

Tag :

HASIL OBSERVASI PEKAN OLAHRAGA PELAJAR NASIONAL (POPNAS) X 2009


            Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) X 2009 yang bertempat di Yogyakarta. Dimulai dai tanggal 1-11 November 2009 yang diikuti oleh pelajar-pelajar SMA yang terpilih dari seluruh Indonesia. Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan dalam sebnyak 14 cabang, yaitu Atletik, Bola Voli, Sepak Bola, Bola Basket, Renang, Bulutangkis, Tennis Lapangan, Tenis Meja, Panahan, Senam, Dayung, Sepak Takraw, Pencak Silat, Dan Gulat.
Cabang  olahraga yang  kami amati adalah:
1.     Cabang Bola Voli
            Dalam Pertandingan cabang bola voli yang dilaksanakan di GOR UNY. pengorganisasian penyelenggaraan pertandingan ini dipimpin oleh kepanitian dari UNY dan mendapat bantuan dari polisi yang bertugas untuk mengamankan pertandingan. Kelengkapan peralatan yang ada sudah memenuhi _kriteria standar pertandingan voli tingkat Nasional. Kesekretariatan yang memadai pertandingan, seperti adanya table panitian, table wasit, P3K, petugas pembersih lapangan, petugas pengambil bola, dll. Dalam pertandingan bola voli ini atlet tidak lepas dari yang namanya cidera, kebanyakan dari mereka mengalami cidera ringan seperti memar, keseleo, lecet, dan lebam. Kebanyakan cidera yang terjadi akibat terjatuh saat menerima smas, terkena bola pada saat memblok bola dan kepeleset saat mengejar bola. Selama kami melakukan pengamatan belum pernah terjadi cidera yang berat. pertolongan pertama Pada saat atlet mengalami cidera keseleo saat bertanding voli yang dilakukan oleh tim medis yaitu dengan cara atlet dikeluarkan dari lapangan dan dibaringkan kemudian kaki diluruskan dan dipijit.tetapi pada saat pertandingan final ada sporter yang terjatuh dari tribun mengalami cidera dan pertolongan pertama yang dilakukan langsung di bawa kesamping lapangan setelah itu dibawa ke RS. Panti rapih.
2.     Cabang Bola basket
            pertandingan bola basket berlangsung di STIE YKPN terlilhat bahwa kurangnya minat para penonton untuk melihat pertandingan, sebagian besar yang menonton adalah para pemain lain yang tidak melakukan pertandingan ataupun tim lain yang masih dalam satu provinsi. Selama pertandingan bola basket tidak terjadi cedera yang serius, akan tetapi hanya cedera yang ringan seperti memar, lecet, dan lebam, terkena bola. perlengkapan alat yang ada yaitu lapangan bola basket yang berstandar Nasional dengan table bagi juri, P3K yang siap sedia, dan tempat bagi wasit serta pemain cadangan dan pelatih. tidak ada pengamanan dari polisi. Salah satu pemain tim Sumatera Utara terjatuh dan tertabrak lawan berkali-kali yang menyebabkan kelelahan yang berat, tetapi masih tetap memainkan pertandingan dengan baik, dan ia hanya meminum air mineral untuk menghilangkan lelahnya.
Tag :

PEMANASAN

jenis pemanasan menurut Prof. Harsono dlm buku'a coaching pemanasan dibagi emapat,yaitu :
1. Pemanasan statis
2. Pemanasan Dinamis
3. Pemanasan Pasif,dan
4. Pemanasan PNF

Olahraga dapat mengakibatkan cedera jika tidak diawali dengan pemanasan. Usia memang berpengaruh terhadap kemampuan olahraga. Seiring bertambahnya usia dapat dicoba beralih ke jenis olahraga yang lebih ringan. Namun hal ini tidak menjamin akan 100% terbebas dari risiko cedera akibat berolahraga.Olahraga, baik ringan atau berat, menuntut tubuh kita untuk menggerakkan persendian, ligamen dan otot. Jika ketiganya dipaksa bekerja terlalu keras, ketegangan dan cedera menanti. Itulah sebabnya pemanasan dan pendinginan menjadi bagian penting dari rutinitas berolahraga.
Tahap-tahap pemanasan :
1.      Meningkatkan aliran darah ke jaringan tubuh sehingga otot lebih lentur.
2.      Meningkatkan pengiriman oksigen dan nutrisi ke otot dengan meningkatkan aliran darah.
3.      Menyiapkan otot untuk peregangan.
4.      Menyiapkan jantung untuk meningkatkan aktivitas.
5.      Menyiapkan secara mental untuk olahraga yang akan dilakukan.
6.      Membuat jalur syaraf ke otot siap berolahraga.

Ciri-ciri pemanasan
melakukan pemanasan selama 5-10 menit.
melakukan aktivitas fisik intensitas rendah selama 5 menit seperti berjalan
otot-otot tubuh bagian atas memanas atau otot-otot terasa lemas
Pemanasan yang efektif berguna untuk meningkatkan denyut jantung dan pernapasan, serta sedikit menaikkan suhu jaringan otot. Olahraga dimulai dengan pemanasan sampai sedikit berkeringat.


PENDINGINAN
Pendinginan setelah berolahraga artinya memperlambat tingkat aktivitas secara bertahap, dengan cara:

1. Membantu denyut jantung dan pernapasan secara bertahap kembali normal.
2. Membantu mencegah rasa pusing akibat menumpuknya darah di dalam otot-otot kaki jika aktivitas berat dihentikan secara tiba-tiba.
3. Menyiapkan otot untuk sesi latihan berikutnya esok hari.
4. Membuang produk sisa seperti asam laktat, yang dapat menumpuk di otot saat melakukan aktivitas berat.

Untuk pendinginan yang efektif:
1. Melakukan latihan intensitas rendah selama setidaknya 5-10 menit.
2. Mengakhiri dengan melakukan peregangan selama 10 menit.

Waktu terbaik untuk melakukan peregangan adalah langsung setelah pendinginan, saat otot masih hangat dan responsif. Peregangan membantu melemaskan otot-otot dan meningkatkan fleksibilitas.
Tag :
 
© Berbagi Ilmu Olahraga | All Rights Reserved
Designed ByImuzcorner | Powered ByBlogger | RealMadrid CF Blogger Template ByFree Blogger Template